Home | Event | Dipha Barus Hingga Yellow Claw Jadi Juri EMPC 2020

Dipha Barus Hingga Yellow Claw Jadi Juri EMPC 2020

Event - 10 July, 2020 Oleh @Josepus Orias Dias

Pada EMPC 2020, Iceperience.id berkolaborasi dengan Barong Family.

WowChannelz.com -   Yellow Claw bersama tiga DJ kenamaan Indonesia yaitu Winky Wiryawan, Dipha Barus dan Eka Gustiwana berkolaborasi mencari produser musik elektronik terbaik Tanah Air. Mereka didapuk menjadi juri pada gelaran Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020 yang diinisiasi oleh Iceperience.id.

EMPC 2020 merupakan tahun kedua, setelah sukses di tahun sebelumnya bekerjasama dengan 88Rising, mengkurasi 10 produser terbaik dari 500 track yang disubmit oleh peserta. Melanjutkan kesuksesan di edisi pertama tahun lalu, Iceperience.id kali ini berkolaborasi Barong Family, record label yang bermarkas di Amsterdam, Belanda.

Perwakilan Iceperience.id, Diopsaputra, mengatakan kolaborasi dengan Barong Family dalam EMPC 2020 merupakan komitmen Iceperience.id agar para peserta dapat mengetahui standar musik elektronik dunia. Selain itu, pemilihan Barong Family juga erat kaitannya dengan nilai-nilai keindonesiaan, lantaran secara historis ternyata pembuatan nama dan logo Barong diambil dari sosok dewa dalam kebudayaan Bali.

“Kami merasa Barong Family cukup mengenal budaya Indonesia. Dan kami juga gembira karena Barong Family mengutus Yellow Claw sebagai juri di EMPC 2020. Sehingga kami berharap kehadiran Yellow Claw bisa memberi insight yang berharga bagi para peserta, yang akhirnya para produser musik elektonik di Tanah Air dapat mengupgrade kemampuan bermusik hingga ke panggung musik dunia,” tutur Diop saat virtual press conference EMPC 2020, Kamis (9/7).

EMPC 2020
Yellow Claw menjadi juri pada EMPC 2020

Sementara itu, Yellow Claw berpesan kepada para peserta agar mengirimkan karya mereka yang terbaik. “Yang terpenting adalah orisionalitas karya, yang benar-benar berasal dari hati dan memang milik kamu sendiri. Berikanlah karya yang bisa menggebrak panggung music elektronik dunia,” tutur Jim Aasgier yang diiyakan oleh Nizzle.

EMPC 2020 merupakan bentuk konsinstensi Iceperience.id melalui program “International Collaboration Experience” (ICE) yang senantiasa konsisten menyuarakan terhadap kemajuan industri musik elektronik di Tanah Air.

Sesuai namanya, berupaya menjadi lokomotif untuk mewadahi para talenta lokal dalam menghasilkan karya yang lebih berkualitas sehingga dapat memperkuat ekosistem musik elektronik di Indonesia dengan harapan nantinya talenta-talenta lokal tersebut bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu berkiprah di level internasional.

Pendaftaran EMPC 2020 dilakukan secara online melalui website www.iceperience.id mulai tanggal 13 Juli hingga 14 Agustus 2020 Setelah itu, dewan juri akan mengkurasi dan menyeleksi karya yang sudah disubmit oleh peserta hingga keluar 3 besar dan juara favorit.

Selanjutnya, 1st winner EMPC 2020 akan mendapatkan kesempatan berkolaborasi menghasilkan karya musik dengan salah satu talent di bawah naungan record label Barong Family.

“Reward untuk 1st winner EMPC 2020 ini merupakan kesempatan berharga di mana pemenang dapat mengembangkan bakat yang dimiliki dan maju ke kancah internasional. Hal ini sesuai dengan tagline yang diusung oleh EMPC di tahun ini, yaitu The Greatest Legacy. Sehingga diharapkan karya sang juara menjadi warisan besar di dunia musik elektronik Tanah Air. Sementara untuk pemenang lainnya akan berkolaborasi dengan local artist. Siapa mereka? Nantikan kejutannya selanjutnya,” Diop menjelaskan.

EMPC 2020
Iceperience.id berkolaborasi dengan Barong Family pada EMPC 2020.

Pada EMPC 2019, Doci terpilih sebagai 1st winner. Sebagai hadiah, Doci terbang ke Los Angeles Amerika Serikat untuk berkolaborasi dengan Sean Miyashiro (CEO 88Rising) dan Devinta Trista yang merupakan penyanyi berbakat pilihan 88rising. Karya musik bertajuk “SAY LA VIE” itu kini bisa dinikmati di https://iceperience.id/SayLaVie.

Selain itu, Iceperience.id juga meluncurkan album Livin Legacy bagi para pemenang lainnya yang sudah bisa didengarkan di berbagai Digital Streaming Platform mulai 10 Juli 2020. (https://iceperience.id/LivinLegacy).

Refleksi kesuksesan EMPC edisi pertama ini membuat Eka Gustiwana optimistis, bahwa kompetisi terbuka bagi para produser musik elektonik ini dapat membawa perubahan yang positif di industri musik Tanah Air. Eka berharap, melalui EMPC kelak akan bermunculan talenta-talenta baru yang bisa memberikan warna segar bagi dunia musik, tak hanya di Indonesia tapi juga di level dunia.

“EMPC yang diinisiasi oleh Iceperience.id merupakan program yang sangat positif dalam membentuk ekosistem musik elektronik di Indonesia di mana saat ini penggemar musik elektronik semakin luas sehingga pasar bagi produser musik terbuka lebar. Untuk itu, saya berharap dapat menemukan talent dengan skill yang out of the box sehingga bisa membawa Indonesia berjaya di pentas musik elektronik dunia,” bilang Eka.

Jadi tunggu apalagi? Submit karya kamu dan raih kesempatan menjadi produser musik level dunia. Untuk info detail, kunjungi website di www.iceperience.id dan follow socmed IG @iceperience.id