Home | News | Halal Bi Halal Webinar Online Bersama Direktorat Perfilman, Musik & Media Baru, Fokuskan Kepada Peningkatan Kemampuan SDM

Halal Bi Halal Webinar Online Bersama Direktorat Perfilman, Musik & Media Baru, Fokuskan Kepada Peningkatan Kemampuan SDM

News - 25 May, 2020 Oleh @Yulia Dewi

Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru KEMENDIKBUD RI, Bersama Demi Film Indonesia pada senin, 25 mei 2020 menyelenggarakan Halal Bihalal Webinar Online berkaitan dengan silaturahmi dan kondisi perfilman saat ini.

WowChannelz.com -   Halal Bi Halal Webinar Online Bersama Direktorat Perfilman, Musik & Media Baru, Fokuskan Kepada Peningkatan Kemampuan SDM

Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru KEMENDIKBUD RI, Bersama Demi Film Indonesia pada senin, 25 mei 2020 menyelenggarakan Halal Bihalal Webinar Online berkaitan dengan silaturahmi dan kondisi perfilman saat ini. Sejak dilantik pada Januari 2020 lalu, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membentuk sebuah Direktorat baru bernama, Direktorat Film, Musik dan Media Baru, untuk melihat baik dari sisi pendidikannya maupun sisi industri.

Namun demikian, sesuai dengan janji presiden pada saat kampanye untuk memajukan industri perfilman, fungsi yang dijalankan oleh Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) tidak berubah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Film, Musik dan Media Baru, Ahmad Mahendra dalam membuka sesi diskusi digital yang digelar pada hari itu di depan wartawan dan nara sumber lainnya.

Hadir dalam diskusi, adalah Ketua GPBSI Donny Syafruddin, Ketua DPO PPFI, H. Firman Bintang, Anggota LSF Noorca M. Massardi, sutradara film Anggi Umbara dan aktris film Putri Ayudhia.

Menurut Mahendra, sejak dilantik banyak program yang sudah disiapkan tetapi sampai saat ini belum dapat menjalankan program tersebut. “Sesuai dengan janji Presiden, fokus kita saat ini adalah peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Kita perbanyak SDM Film, memperkuat sekolah film yang kebanyakan tidak terhubung dengan kebijakan film, baik kurikulum maupun prakteknya,” kata Mahendra.

Mahendra juga menuturkan, film bukan hanya sebagai sarana hiburan saja, namun film juga menjadi sarana pendidikan dan industri. Selain itu beliau menambahkan, bahwa film atau karya seni nantinya dapat diskenariokan untuk membangun daerah seperti film Laskar Pelangi.

Webinar
H. Firman Bintang yang hadir sebagai salah satu nara sumber (Ist)

Jadi bukan hanya sineas yang mendapatkan keuntungan, tetapi daerah bisa juga mendapatkan keuntungan. Dengan kondisi saat ini, mengembangkan media baru sangat perlu untuk memperkuat distribusi-distribusi film dan karya seni menggunakan platform. Namun, hal ini baru mimpi akan tetapi selalu diupayakan agar mimpi ini dapat terealisasi. “Kita kekurangan tenaga kerja seperti cameramen, dan lain-lain yang menjadi pelaku garda terdepan perfilman. Kita akan memperkuat SDM, juga memperkuat ketersediaan bioskop di daerah. Bekerja sama dengan pemda dan komunitas di daerah untuk membangun bioskop baru. Bagaimana caranya kita akan falisitasi hingga film kita bisa sampai ke daerah-daerah,” beber Mahendra lebih lanjut.

“Kita akan memperkuat konten film Indonesia, kalau perlu dibuatkan platform berbayar sehingga mempercepat ditribusi. Dengan tekhnologi kita akan lebih mempercepat apresiasinya. Kalau perlu direktorat akan bekerjasama dengan pemda untuk mengadakan pelatihan pembuatan skenario. Kita perbaiki dari sisi skenario cerita lokal sehingga menarik investor. Ini diperlukan kerja sama dengan pemda,” ujar Mahendra menambahkan.

Menurut Djonny Syafruddin (GPBSI), kondisi saat ini berdampak dalam segala sektor salah satunya film. Film menjadi sektor yang berdampak, karena pandemic Covid-19,  3.300 layar tidak lagi beroprasi.

Webinar
Para narasumber halal bihalal webinar online (Ist)

Pertama PSBB, 8 juni 2020 membolehkan mall untuk buka kemungkinan bioskop akan buka akan tetapi harus ada SOP yang diberlakukan ditengah-tengah ketidak setabilan atau new normal. “Kita wait and see, sampai menunggu situasi kondusif,” tambah Donny.

Menurut Noorca Massardi (Pengamat film dan anggota LSF periode 2020-2024), akan ada wacana membuka layar dengan konsep drive in tetapi untuk lokasi sejauh ini belum pasti. Karena dipastikan sampai akhir tahun, mungkin harus jaga jarak.

H. Firman Bintang yang sudah berpengalaman sebagai produser film merasa optimis, perfilman akan segera bangkit. Kalangan produser yang juga terkena imbasnya dengan adanya pandemi covid-19 ini sejak beberapa tahun lalu juga pernah mengalami pasang surutnya industri perfilman tanah air. “Kita sudah terbiasa akan pasang surutnya industri perfilman, Saya kira kalau keadaan sudah normal, produser kita akan segera bangkit,” kata Firman.

Sementara sutradara Anggi Umbara mengungkapkan kondisi saat ini banyak pekerja film yang terdampak covid-19. Dia berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk menyelamatkan pekerja film. “Sejak tiga bulan lalu PH-PH besar sudah mulai merumahkan karyawan, kita juga masih harus tetap menggaji karyawan-karyawan kita,” keluh Anggi Umbara.

Sebagai pekerja film, aktris Putri Ayudhia berharap ada aturan jelas bagi pekerja film yang melakukan syuting di masa pandemi ini. “apakah perlu setiap syuting ada rapid test atau tidak. Dulu BPI pernah mengeluarkan panduan itu, tapi belum disahkan sampai sekarang,” katanya.

Dalam sesi penutup, pada nara sumber webinar berharap ditengah kondisi saat ini perfilman Indonesia akan tetap berjaya.