Home | News | GSUI Kembali Sebarkan Seribu Sembako, Kali Ini Untuk Pelaku Seni

GSUI Kembali Sebarkan Seribu Sembako, Kali Ini Untuk Pelaku Seni

News - 8 May, 2020 Oleh @Yulia Dewi

Gerakan 1000 Untuk Indonesia (GSUI) kembali melakukan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

WowChannelz.com -   Gerakan 1000 Untuk Indonesia (GSUI)  kembali melakukan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Setelah sebelumnya menyebarkan  desinfektan di 250 kelurahan di Jakarta,  1000 paket sembako, dan beberapa paket sembako dari para donatur secara pribadi, minggu  ini GSUI kembali sebarkan 1000 sembako untuk para pelaku seni. 

Kepercayaan para donatur yang semakin tinggi melalui gerakan ini, hingga banyak yang tergerak mengirimkan sumbangannya baik berupa dana tunai maupun paket sembako ke posko GSUI.  Sampai hari ini dana yang terkumpul di rekening BNI No.  Rek 320.420.520.2 a/n Gerakan Seribu Untuk Indonesia sampai hari ini,  Jum'at (8/5) terkumpul sebanyak Rp.  122.959.396,-.

Hal ini diungkapkan oleh Harry 'Koko' Santoso, penggagas GSUI dalam sesi press conference kepada awak media. 

"Banyak yang tergerak untuk membantu gerakan ini,  sumbanganpun semakin mengalir baik berupa dana maupun paket sembako.  Agenda minggu ini karena banyak juga permintaan dari pelaku seni (pekerja seni), hingga kami sepakat menyerahkan seribu paket sembako untuk pelaku seni yang ada di Jakarta, Bekasi,  Depok,  dan Bogor yang sudah terdaftar dari sejumlah komunitas," jelas pria yang akrab dipanggil Koko ini. 

GSUI
Press conference 1000 paket sembako untuk pelaku seni (Yulia)

Bertempat di posko GSUI,  1000 paket sembako dari sejumlah donatur yang sebagian turut hadir menyerahkan langsung kepada perwakilan dari komunitas pelaku seni,  Mujib Hermani (Ketua Federasi Pekerja Seni Indonesia). Para donatur yang berpartipasi kali ini Hendardi Setara Institute,  Fariz RM,  Bingky Carburator Springs Bintaro,  Moliano (Singapore),  Pribadi Baja,  dan Karyanta. Turut hadir juga pekerja seni perwakilan kota Depok (Robbie M),  Octa Q dari Bekasi,  dan Benny Benke dari KOPHI yang menerima paket sembako dari para donatur.

"Banyak pekerja seni yang sebetulnya sangat terdampak pandemi ini.  Seperti para pengamen jalanan,  penyanyi (kafe,  resto,  hotel,  panggung kawinan) sampai kru band yang minta tolong pada kami untuk mendapatkan donasi," beber Mujib Hermani, sebagai perwakilan dari pelaku seni yang menerima paket sembako dari GSUI.

Ada sekitar 250 orang yang terdaftar untuk menerima paket sembako dari GSUI.  Mujib juga menceritakan, jika sebelum adanya pandemi inipun mereka telah melakukan berbagai penggalangan dana,  sebab itulah akhirnya Mujib tertarik untuk bergabung dengan GSUI karena gerakan inilah satu-satunya yang mulai aktif bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan dengan semangat persatuannya. "Kita ada beberapa titik yang ternyata paling berdampak, seperti penata panggung,  lighting,  dan lain-lain.  Bukan hanya covid-19 aja sebetulnya mereka sangat pas-pasan, kita sudah melakukan penggalangan juga makanya saya kontak Mas Koko yang sudah mulai bergerak," aku Mujib. 

GSUI
Harry 'Koko' Santoso, Mujib, dan Perwakilan dari Pribadi Baja (Yulia)

Pada misi kali ini,  paket 1000 sembako mulai dibagikan sejak hari Kamis sampai dengan Sabtu, selain mewujudkan keinginan dari musisi senior Candra Darusman,  gerakan kali ini juga karena permintaan dari beberapa komunitas para pekerja seni.  Minggu depan GSUI akan mulai membagikan 1000 masker kepada daerah yang sangat membutuhkannya.

"Melanjutkan misi selanjutnya,  kami akan terus mengadakan gerakan untuk sama-sama melawan pandemi ini.  Minggu depan rencana selanjutnya adalah pembagian 1000 masker kepada daerah yang sangat membutuhkan," kata Ideas, Sekjen GSUI yang hadir pada kesempatan yang sama. 

Selain itu akan ada sebuah lagu yang diciptakan oleh Dr.  Edy Prasetyo (dokter neurologi)  yang tertarik membuatkan sebuah lagu bersama Tya Subiyakto menciptakan sebuah lagu yang berjudul "Panggilan Untuk Indonesia".

"Lagu ini pengalaman pribadi saya yang sempat mengalami kepanikan dan mengisolasi diri selama pandemi covid-19, lagu ini juga berdasarkan situasi di lapangan dan masyarakat umum yang saya tuangkan. Semoga lagu ini bisa menjadikan satu persepsi bahwa virus ini harus dilawan bukan hanya tugas pemerintah saja tapi juga masyarakat umum yang turut serta dalam pandemi ini," ungkap Dr.  Edy. 

Ada sekitar 140 orang yang terlibat di lagu ini,  baik dari kalangan medis,  musisi,  ibu rumah tangga,  artis bahkan para petinggi di tanah air.  

"Semua saya libatkan untuk mengisi suaranya.  Karena konsepnya donasi,  akhirnya saya sepakat gabung dan memviralkan agar persepsi semua sama salung bergotong royong saling membantu," pungkas Dr.  Edy. 

Seperti apa lagunya,  kita tunggu saja!