Home | Viral | Cegah Penyebaran Corona, Ki Kusumo Ajak Untuk Bersahabat Dengan Alam dan Selalu Ingat Tuhan

Cegah Penyebaran Corona, Ki Kusumo Ajak Untuk Bersahabat Dengan Alam dan Selalu Ingat Tuhan

Viral - 22 March, 2020 Oleh @Yulia Dewi

Ki Kusumo, ahli supranatural kondang ini mengajak masyarakat dan pemerintah untuk menyikapinya dengan kepercayaan Jawa dan hal-hal non medis untuk mengatasi sebaran virus Corona (Covid-19) ini.

WowChannelz.com -   Virus Corona (Covid-19) yang saat ini sedang mewabah dan melanda negeri ini membuat kepanikan dimana-mana. Tidak hanya di tanah air, di seluruh duniapun berusaha untuk memerangi virus yang penyebarannya sangat cepat. Negara China  dimana virus ini berasal pun sudah mulai pulih dengan tindakan medis secara cepat dan akurat. Begitupun di Indonesia, pemerintah berusaha untuk mengatasi penyebaran virus ini secara cepat dan akurat dengan melakukan langkah social distancing (menghindarkan kerumunan). Beragam tokoh masyarakatpun tak henti-hentinya memberikan solusi dan masukan agar virus yang mematikan ini hilang dari tanah air yang memiliki beragam adat dan budaya ini. Begitupun dengan para ahli supranatural, tidak melihat situasi ini sebagai fenomena alam saja tetapi juga dilihat dari bentuk yang tidak dapat terlihat oleh mata (kasat mata).

Seperti halnya dengan Ki Kusumo, ahli supranatural kondang ini mengajak masyarakat dan pemerintah untuk menyikapinya dengan kepercayaan Jawa dan hal-hal non medis untuk mengatasi sebaran virus Corona (Covid-19) ini.

Bukan hanya fisik saja yang mendapat pengobatan secara medis, tetapi juga dalam sebuah proses segala bencana yang datang dan peristiwa yang terjadi di alam ini terjadi adalah adanya proses spiritual. “Saya melihat ini lebih kepada sebuah peristiwa yang orang Jawa menyebutnya dengan nama PAGEBLUG, yaitu sebuah peristiwa ledakan, sebuah cerita tentang kesialan, sebuah wabah, sebuah penyakit yang menyerang secara sporadis pada setiap manusia seluruh dunia yang sebenarnya dikendalikan oleh makhluk-makhluk tak kasat mata (tidak terlihat oleh mata),” kata Ki Kusumo dalam siaran tertulisnya kepada Wowchannelz pada Sabtu (21/3).

Setiap tahunnya, menurut Ki Kusumo kita belajar untuk dapat mencerna atau menyikapi peristiwa-peristiwa negatif yang terjadi setiap tahunnya. Sebenarnya ini lebih merupakan pada bagian dari alam yang menyeimbangkan tubuhnya, bagian alam yang menyeimbangkan sistemnya, karena sekarang ini sudah banyak sekali hal-hal yang merusak alam, bagaimana  bumi yang sudah semakin tua, bumi yang sudah terbatuk-batuk dan sudah tua luar biasa umurnya dirusak sana-sini. Diambil pohonnya, diambil sumber daya alam, dan lain sebagainya, sehingga terjadi gempa, longsor dan sebagainya. Karena ketidak seimbangan hal tersebut, akhirnya terjadilah di mana sisitem bumi akhirnya sudah tidak seimbang.  Hingga akhirnya bumipun secara alami mengalami atau melakukan sebuah prosesnya. 

Bila kita membicarakan bumi maka kita akan membicarakan alam nyata dan alam tidak nyata, ada alam sadar dan alam tidak sadar. Dimana pergerakan itu terjadi karena sebuah pengaturan sebuah sistem yang begitu alami berjalan dengan sendirinya.

Kembali menyikapi peristiwa saat ini 'Peristiwa Kala' yang saat ini bisa membuat heboh seluruh dunia. Dimana saat ini seluruh dunia sedang dihebohkan oleh wabah virus Corona (Covid-19). Sebagai orang Jawa Ki Kusumo melihatnya, sebagai PAGEBLUG.  Seperti misalnya ada peristiwa hama belalang dimana-mana,  lalu bagaimana kita mengatasinya? Waktu itu ada yang namanya ritual,  sehingga belalangnya pergi.  Bukan dengan cara disemprot dengan bahan kimia,  dan bukan dilakukan sebuah proses yang nyata, bukan itu. Tetapi sebuah proses ritual yang berhubungan dengan alam gaib. Karena biar bagaimanapun hal-hal tersebut ada yang mengatur. Sebuah peristiwa yang berkaitan dengan alam nyata itu ada yang mengatur.

Ki Kusumo
Doknet

“Ada sebuah energi yang membuat mereka melakukan tindakan dan perbuatan yang terjadi seperti sekarang ini. Jadi,  kalau kita kembali lagi mengingat zaman dulu, ketika hama tikus menyerang.  Orang tidak melakukan tindakan membunuh,  mengejar ataupun melempar tikus,  tetapi melakukan proses ritual sehingga sawah terbebas dari tikus,” ujarnya. 

Ki kusumo juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk bersahabat kembali dengan alam dengan cara menggunakan pengobatan tradisional dan tidak melupakan hal yang berkaitan dengan dunia spiritual dengan selalu mengingat Tuhan. “Jangan pernah lupakan Tuhan, jangan pernah lupakan bahwa di alam nyata ada alam tidak nyata, bahwa kita hidup berdampingan. Semua harus saling menghargai, mentoleransi sehingga keseimbangan alam itu terjadi. Dalam kondisi seperti ini saya melihat wabah virus Corona (Covid-19) sudah begitu luar biasa, sudah melebihi alam fikir kita, begitu cepatnya beredar, begitu banyaknya korban,” ucap Ki Kusumo.

“Setiap negara seakan lumpuh, seperti tidak bisa menghadapi wabah virus Corona (Covid-19). Oleh karena itu saya berfikir bahwa ini adalah peringatan dari alam semesta. Bahkan sampai sholat Jum'at berjamaah saja ditiadakan, sepertinya masyarakat kita lebih takut Virus Corona (Covid-19) dari pada takut sama Tuhan,” tambahnya.

Ki Kusumo juga menyarankan agar semua pihak tetap tenang, jangan panik dengan tetap berdoa dan pasrah dengan kehendak-Nya. “Saya mengajak seluruh warga masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk juga sama-sama agar kita bisa berdoa bersama, kita melakukan sesuatu yang berkaitan dengan spiritual. Jangan panik, dan selalu pasrahkan semuanya kepada Tuhan. Ingat bahwa kita punya Tuhan!,” tandas Ki Kusumo. (@yuliadhew)