Home | Viral | Hampir Jadi Korban Penculikan, Seorang Wanita Selamat Karena Lakukan Ini!

Hampir Jadi Korban Penculikan, Seorang Wanita Selamat Karena Lakukan Ini!

Viral - 10 February, 2020 Oleh @Yulia Dewi

Seorang karyawati mengalami saat-saat mengerikan ketika menumpang sebuah taksi online. Ini yang dilakukannya pada aplikasi Grab

WowChannelz.com -   Seorang karyawati berinisial T (25) mengalami saat-saat mengerikan ketika menumpang sebuah taksi online. Dia dibawa berputar-putar hingga akhirnya diturunkan di Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kejadian ini pun menjadi viral setelah korban membagikan kisahnya di media sosial.

Awalnya, pada Kamis (6/2/2020) siang lalu, T memesan taksi online dari tempat kosnya di Palmerah, Jakarta Barat. Saat itu, T memesan taksi online untuk menuju ke dua titik, pertama ke kantornya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, dan melanjutkan ke titik kedua di ICE BSD, Serpong.

"Waktu order juga saya agak curiga, karena di map posisi dia itu sebetulnya dekat dengan posisi penjemputan. Tapi saat itu, saya masih berpikiran positif mungkin sinyalnya jelek," kata T dikutip dari detikcom, Minggu (9/2).

Sopir taksi online saat itu tiba setelah 15 menit kemudian. Lagi-lagi T masih berpikiran positif karena sopir taksi online tersebut menyapanya dan menanyakan tujuannya.

"Kemudian saya naik. Kan kalau dari kosan saya mau ke Dharmawangsa harusnya berputar, nah dia malah lurus terus makin menjauh," katanya.

Setelah 2 menit perjalanan, tiba-tiba T mendengar suara. Dia kurang tahu pasti, apakah suara itu keluar dari handy talky (HT) atau handphone.

"Nah, di situ dia jawabnya bisik-bisik 'poin satu... masuk satu'," ucapnya menirukan sopir tersebut.

Di situ T mulai curiga. Kecurigaannya kian bertambah ketika melihat perjalanan yang semakin menjauh dari tempat tujuan. T pun kemudian mengingatkan sopir bahwa tujuannya ke Dharmawangsa dahulu, baru kemudian ke Ice BSD.

"Dia jawab 'iya sesuai map ini', begitu saja terus tiap kali saya mengingatkan bahwa tujuan saya ke Dharmawangsa dahulu," lanjutnya.

Selama perjalanan, si sopir juga sering meliriknya melalui kaca spion. Sampai kemudian T sadar mobil Toyota Sigra yang ditumpanginya itu sudah masuk ke Tol Kebon Jeruk. Dengan nada sedikit keras, T mengingatkan sopir untuk keluar dari jalan tol.

"Saya teriak 'lho kok ini malah masuk tol', (sopir menjawab) 'iya ini sesuai map. Dharmawangsa di Tangerang kan', 'lho mana ada Dharmawangsa di Tangerang, Dharmawangsa di Jakarta Selatan'," tuturnya.

Grab
Tombol emergency dalam aplikasi Grab (Doknet)

Perdebatan dengan sopir pun terjadi. Dalam kepanikan, T kemudian mengirimkan lokasi ke pacarnya. Dia juga memencet tombol emergency di aplikasi Grab yang terhubung ke call center.

"Saya telepon ke pihak call center taksi online tersebut, itu dia (sopir) mendengar saya menceritakan kejadiannya. Di situ dia melototin saya sambil dia teriak-teriak 'poin satu... poin satu' lalu dia membentak saya 'ini sudah sesuai map!'," bebernya.

Dalam percakapan telepon, pihak call center memastikan akan mengirimkan tim Satgas untuk menjemputnya. Telepon pun terus tersambung selama T berada di dalam mobil tersebut.

"Sopir itu panik, kemudian mengerem mendadak sampai barang-barang saya jatuh," ucapnya.

Singkat cerita, sopir tersebut kemudian akhirnya menurunkannya di pinggir tol. T lantas menyusuri jalan sepanjang tol mencari pintu keluar tol. Dia akhirnya tiba di jalan raya di dekat AKR Tower, Kebon Jeruk.

"Saat itu pihak taksi online masih menawarkan saya untuk dijemput, tetapi pacar saya sudah keburu menjemput saya," tuturnya.

Meski tidak dirugikan dalam bentuk materi, T masih merasa syok dan trauma akan kejadian ini. Dia pun berencana melaporkan sopir tersebut. Grab menyatakan telah menonaktifkan akun driver yang disebut dalam kisah T. Grab juga melakukan investigasi kejadian tersebut.

"Terima kasih atas perhatian penuhnya terhadap peristiwa ini. Untuk hal ini sudah ditangani sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang. Selain itu kami telah langsung menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut," ujar Public Relations Manager Grab Indonesia Andre Sebastian.