Home | News | Mari bergerak Kawan! Spirit dan Semangat Denny Frust Untuk Tetap Eksis Lewat Karya

Mari bergerak Kawan! Spirit dan Semangat Denny Frust Untuk Tetap Eksis Lewat Karya

News - 8 September, 2019 Oleh @Yulia Dewi

Denny Frust, pencipta lagu, solois musik Jamaika, ska, rocksteady yang dijuluki The Prince of Ska Indonesia ini meluncurkan album terbarunya berjudul Mari Bergerak Kawan!

WowChannelz.com -   Dua tahun tak menyapa penggemarnya lewat karya terbaru, Denny Frust, pencipta lagu, solois musik Jamaika, ska, rocksteady yang dijuluki The Prince of Ska Indonesia ini meluncurkan album terbarunya berjudul Mari Bergerak Kawan!

“Ya sudah dua tahun tidak melempar karya. Bukannya vakum, justru mempersiapkan album terbaru. Pinginnya diawal tahun ini, tapi karena keadaan di tanah air baru sekarang ini dirasa cukup tepat untuk merilis album ini. Apalagi kemudian ada ajakan dari teman yang men-support, jadi apalagi yang ditunggu?” ungkap Denny ditengah peluncuran albumnya di Black Sheep, Kemang, Jakarta Selatan.

Dirinya mengakui bahwa album solo nya ini tetap menampilkan ciri khas dirinya dalam menulis lirik, bahwa karyanya selalu dipenuhi dengan hal positif dan memotivasi. “Terus terang, album ini memiliki bobot pada rasa syukur, dan semangat menjalani hidup. Sama seperti lagunya, yang terinspirasi dari banyaknya teman yang curhat ke saya. Dari mereka juga saya banyak belajar dan menguatkan diri sendiri,” tambah Denny terkait inspirasi dibalik lagu yang dijagokannya di album ini "Mari Bergerak Kawan!" ini.

Album Ketiganya ini bisa dibilang merupakan sebuah refleksi dari perjalanan hidup seorang Denny Frust, bahwa “Mari Bergerak Kawan!” adalah sebuah karya original dari Denny Frust yang menunjukan ciri khas dari penyanyi yang beraliran reggae ini. Kumpulan lirik dari lagu-lagunya tidak jauh berbeda dengan album pertama dan kedua, Denny tetaplah membawakan pemikiran positif dalam setiap penulisan lagunya. Dari sisi musikalitas, kesepuluh lagu dari album Mari Bergerak Kawan! ini juga merupakan gabungan dari album pertama dan kedua.

“Di album kali ini tidak ada perubahan yang terlalu besar. Gue pingin nunjukin ini lho Denny yang punya ciri khas ini. Jadi begitu loe dengerin,  oh ya ini Denny,  tanpa harus melihat secara visual tapi pas loe dengerin oo ini Denny  ini karya original dari Denny.  Memang gak ada yang berubah,” ungkapnya.

Denny Frust
Foto: YD

Dari apa yang disampaikan oleh Denny tersebut, memang akhirnya membuka ihwal mengapa dirinya lebih memilih untuk bersolo karir dan meninggalkan bandnya Monkey Boots. Hal tersebut menggambarkan bahwa dirinya tidak mau larut dalam keberadaan bahwa musik yang digelutinya ini sudah tidak semeriah dulu. "Saya mencintai apa yang saya lakukan, makanya saya tetap berkarya dan terus menebar semangat lewat musik ini. Buktinya saya bisa manggung kemanapun, tak hanya di dalam negeri tetapi di luar juga," aku Denny.

Terlepas dari itu Denny juga mengatakan bahwa ini merupakan salah satu tanggungjawabnya untuk mempertahankan bahwa reggae masih tetap harus diperhitungkan dan masih bisa bersaing dengan genre lainnya. "Saya percaya bahwa tren musik itu berputar, semuanya ada siklusnya dan akan berulang. Makanya, dengan mempetahankan musik ini sebagai identitas saya, saya tidak merasa berat melakoninya," tambah Denny lagi.

Menilik sepak terjangnya, Denny memang kerap berkeliling ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam hingga Taiwan untuk menyebarluaskan musik dan pesan-pesan positifnya. Bahkan Denny sempat menjadi artis pembuka konser “Godfather of Dancehall,” Johnny Osbourne di Singapura pada 2017 silam. Tak banyak musisi dari genre yang digelutinya tersebut mampu melakoni seperti yang dikerjakannya.

Album ketiganya ini berisikan 10 lagu seperti ‘Mari Bergerak Kawan!’, ‘Aku Adalah Aku’, ‘Simpan Rasa Sedihmu’, ‘Pertemuan’, ‘Dermaga Cintaku’, ‘Bebas Dari Dirimu’, ‘Sudah-Sudahlah Sayang’, ‘Katakan Saja’, ‘Nikmati’, dan ‘Kucinta Padamu’. Dari sisi aransemen walau tetap kental dengan alunan Ska dan Reggea, musiknya lebih nge-pop dari album sebelumnya dan lebih menyesuaikan dengan kondisi saat ini, yang lebih ringan dan mencoba agar disukai di luar para komunitas musik reggae.

Sepanjang karirnya bermusik album ini merupakan album solonya ketiga, setelah sebelumnya hadir "Tiada Beban" (2016), dan "Jangan Lupa Bahagia" (2017). Sebelumnya Denny sempat menelurkan album bersama band terdahulunya seperti, "Travelling" (Dancing Alaska, 1999), "Senandung Tuk Temani Harimu" (Nyiur Melambai, 2006), "Big Monkey (2010) & "Interaksi (2015) bersama Monkey Boots.

Menutup bincang-bincangnya, Denny Frust sempat melontarkan harapannya akan musik Indonesia kedepannya bahwa semoga tidak ada pengkotak-kotakkan terhadap genre musik, tidak ada mainstream ataupun indie. "Saya ingin semuanya dapat diterima dengan apa adanya berdasarkan karya yang ditawarkan para musisinya sendiri," ungkap Denny yang ternyata mengidolakan karya-karya dari The Temptation, Aaron Neville, Dionne Warwick, Hank Williams, Nina Simone, Etta James, ataupun Bill Withers

"Album ini adalah eksistensi saya di aliran ska dan reggae di industri musik Tanah Air, semoga dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat tanah air dan dapat memotivasi orang banyak,” tutupnya.