Home | Event | Film Menari Mengangkat Tarian Tradisional Indonesia

Film Menari Mengangkat Tarian Tradisional Indonesia

Event - 15 July, 2019 Oleh @Yulia Dewi

Menari: An Indonesian Dance Legacy diputar pada Agustus 2019 mendatang. Film ini merupakan karya Natasha Dematra yang menggandeng sineas senior asal Amerika Seri­kat, Cheryl Halpern

WowChannelz.com -   Bertepatan Hari Kemanusiaan Internasional (World Humanitarian Day) yang akan jatuh pada 19 Agustus menda­tang, Sutradara Natasha Dematra ikut memperingatinya dengan merilis sebuah film dokumenter bertajuk “Menari: An Indonesian Dance Legacy”, yang bertema kebudayaan Indonesia dan kemanusiaan. Tak sendiri, Natasha ikut menggandeng sineas senior asal Amerika Seri­kat, Cheryl Halpern sebagai penggagas ide.

“Film ini mengangkat tema kebudayaan. Mengangkat tarian-tarian tradisional Indonesia, agar dunia internasio­nal mengetahui bahwa Indonesia kaya akan budaya. Indonesia pu­nya banyak tarian tra­disional dari banyak suku. Film ini nanti akan diikutkan di festi­val film internasional,” ujar Natasha dengan didampingi Cheryl Halpern, saat di­temui di momen puncak acara Festival Kemanusiaan & Kebudayaan, di Planet Hollywood, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Acara ini mengambil tema pentingnya nilai-nilai toleransi di masyarakat melalui budaya dengan cara kreatif. “Pentingnya setiap individu untuk tak henti-hentinya disadarkan akan pentingnya nilai-nilai toleransi dalam membangun kemanusiaan di tengah masyarakat melalui budaya dan dengan cara kreatif. ”Melalui film kita bisa menyadarkan akan pentingnya toleransi,” ujar Damien Dematra founder dan director dari World Humanitarian Awards sekaligus produser Film Menari.

Film garapan Rumah Produksi peraih Emmy Awards, HQ Creative dikerjakan bersama-sama dengan sineas sineor Cheryl Halpern. Film yang mengambil lokasi di sebagian kota di Indonesia ini melalui tahap produksi selama satu tahun.

”Pembuatan dokumenter ini dilakukan di tiga kota di Indonesia: Jakarta, Semarang, Jogja, dan Bali. Proses syuting dan paska produksi film ini sendiri berlangsung selama setahun,” katanya.

Acara World Premiere ini dihadiri langsung oleh Cheryl Halpern selaku ketua HQ Creative. HQ Creative adalah rumah produksi yang berpusat di Amerika Serikat, dan terdiri dari tim yang percaya bahwa semua adalah mungkin dalam berkarya untuk memberi tujuan-tujuan sosial melalui suara-suara kemanusiaan yang otentik dan jujur. Mereka mengedepakan cerita kemanusiaan yang nyata dalam menelurkan karya-karya mereka.

Dalam acara perayaan Hari Kemanusiaan ini juga diumumkan film terbaik festival internasional Asia Pacific International Filmmaker & Awards (APIFA), yang dimenangkan oleh film dokumenter Remembering: The Story of Maurits Kiek.

”Film dokumenter ini mengambil tema pahlawan Belanda Maurits Kiek yang berjuang bagi kemanusiaan, saat ia melihat ketidakadilan yang dilakukan oleh Nazi, di masa kependudukan Jerman selama Perang Dunia II,”jelasnya.

Cheryl Halpern, hadir sineas-sineas pemenang dari manca negara, di antaranya adalah Miya Wang (The Other Side of the World), Chen Tianyi (Miss Petunia), Yuan Fan (Miss Petunia), dan Malcolm Tan (The Inside).