Home | News | Dengan Formasi Berbeda, Nu DejaVu Tawarkan Konsep Unik di Album Kedua

Dengan Formasi Berbeda, Nu DejaVu Tawarkan Konsep Unik di Album Kedua

News - 20 May, 2019 Oleh @Yulia Dewi

Nu Dejavu kembali merilis sebuah album baru yang bertajuk “The Humanity and Souls Of The Beast” di bulan April 2019 lalu

WowChannelz.com -   Setelah sukses menggebrak panggung heavy metal tanah air, band cadas Nu Dejavu kembali merilis sebuah album baru yang bertajuk “The Humanity and Souls Of The Beast” di bulan April 2019 lalu. Band asal Jakarta ini sekaligus mengumumkan formasi baru dari band yang dibentuk sejak tahun 2014 ini. Kini, band yang digawangi oleh Iwan Masruri (guitars/vokal), Dikdik (lead and rhythm guitars), Kevin (lead and rhythm guitar), Uya (bass), dan Soekanto Kasyim (drums) ini menawarkan konsep musik yang unik dan berbeda dari album mereka sebelumnya, “The Beast Inside Your Souls”.

“Konsep album yang kedua ini berbeda dengan yang pertama dulu. Kalau album yang pertama lebih kental dengan musik dari Iron Maiden, karena memang dulunya kita lahir dengan membawakan tribute dari lagu-lagu Iron Maiden. Di samping formasi dulunya juga berjumlah 6 orang,” kata Dikdik sang gitaris sekaligus founder Nu DejaVu ditemui di acara media gathering di kawasan Sunter, Jakarta Timur pada Minggu (19/5/2019).

Masuknya Iwan sebagai vokalis, memang sangat mempengaruhi karakter vokal dari konsep awal Nu DejaVu. Iwan yang mempunyai latar belakang band Metalica ini bukan hanya memberikan warna baru, tetapi sekaligus menemukan warna asli dari band ini. Proses dalam menemukan posisi vokalis pun bukan perkara yang mudah, lewat audisi dan perjalanan panjang akhirnya band ini mantap memilih Iwan sebagai vokalisnya. 

“Perubahannya kalau dari sisi karakter lumayan signifikan. Sepanjang nyari vokalis kita audisi beberapa orang,  prosesnya lumayan panjang akhirnya kita memutuskan menerima Iwan sebagai vokal dan gitarnya juga jago, ini merupakan paket lengkaplah, tapi tetap kita mengusung konsep yang pertama yaitu heavy metal,” papar Uya.

Nu DejaVu
Foto; YD

 

Tampil lebih fresh dengan konsep musik yang sekarang, album kedua Nu DejaVu berisikan beberapa lagu yang pernah ada di album pertama mereka, tentunya dengan merubah aransemen sesuai dengan konsep musik mereka yang baru dan juga pas dengan karakter para personil band saat ini.

“Sebenarnya nggak jauh berbeda dengan album pertama kami, tapi di album ini sedikit lebih unik karena satu lagu mengawali dengan instrumental aja. Ada progresif sedikit, tapi tetap heavy metalnya ada. Tetap garang,” ujar Dikdik.

Iwan yang hadir pada kesempatan yang sama juga mengungkapkan, jika awalnya perlu penyesuaian untuk masuk ke dalam karakter band ini mengingat background sebelumnya yang berasal dari karakter musik yang berbeda. Menurutnya jika musiknya dikembalikan ke akar rock, apapun yang dilakukan pasti mendapatkan karakter yang diinginkan.

“Sebetulnya memang jauh banget dari band yang mengusung Metalica lalu berubah, akhirnya kembalikan saja ke akar rock itu sendiri. Kalau memang kita suka dengan musik keras pasti dapat karakternya,” pungkas Iwan.

Selain mengusung aransemen yang berbeda, album The Humanity and Souls Of The Beast juga mempunyai formula baru terkait dengan strategi pemasaran untuk albumnya ini.  The Humanity and Souls Of The Beast dijual dengan konsep limited edition dan dijual secara box set, satu paket dengan merchandise berupa kaos Nu DejaVu.

“Di tengah era digital seperti sekarang ini kita menyiasati penjualan fisik secara limited edition. Jadi penggemar heavy metal punya kebanggan sendiri mendapat fisik album kami yang dijual secara terbatas. Semoga karya kami diterima penggemar musik aliran keras,” harap Dikdik.

Bagi yang berminat, album kedua Nu DejaVu ini rencananya hanya akan dirilis sebanyak 500 piece saja dengan harga Rp. 150 ribu per box setnya. Tertarik? Yuk pesan sebelum kehabisan! (YD)