Home | News | 20 Tahun Berkarya, Krishna Balagita Rilis Album Kompilasi

20 Tahun Berkarya, Krishna Balagita Rilis Album Kompilasi

News - 16 May, 2019 Oleh @Yulia Dewi

Krishna Balagita mantan personil Ada Band ini merislis album kompilasi dengan menggandeng penyanyi berbakat dan ngetop tanah air

WowChannelz.com -   Puluhan tahun bergelut di dunia musik bukanlah hal yang mudah bagi seorang musisi bernama Krishna Balagita. Jatuh bangun dalam mempertahankan eksistensinya di panggung musik tanah air membuatnya untuk terus berkarya. Selama dua puluh tahun berada di panggung musik indonesia, musisi kelahiran Jakarta, 26 Maret 1967 ini akhirnya merilis sebuah album  kompilasi bertajuk “20 Tahun Berkarya Krishna Balagita”. Tidak main-main Krishna meluncurkan album ini dengan menggandeng para penyanyi pilihan yang menyanyikan 10 tembang lagu hitsnya.

Album yang berisi 11 lagu tersebut adalah "Langit Tujuh Bidadari" dinyanyikan oleh Virzha, "Manusia Bodoh" oleh Olla Rosa, "Karena Wanita" oleh Judika, "Masih (Sahabatku, Kekasihku) oleh Sharaqueen, "Kau Auraku" oleh Anji, dan "Yang Terbaik Bagimu (Ayah)" oleh Yuka Tamata. Kemudian ada juga "Haruskah Ku Mati" oleh Ricky Rantung, "Laksana Surgaku" oleh Fierza, "Ku Tak Bisa" oleh Dudy Oris, "Setengah Mati" oleh Mytha Lestari, dan "Jadikan Aku Raja" oleh Krishna Balagita.

“Akhirnya pecah telur juga, 20 tahun berkarya saya lahirkan album kompilasi,” ujar Krishna di depan awak media di kawasan kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Mantan personil Ada Band ini selain pemain band, ia juga adalah penulis lagu, penata musik, pemain piano, ilustrator musik sekaligus produser rekaman. Karakter musiknya yang kental dengan warna modern jazz, tak heran jika lagu-lagunya selalu menjadi hits.

Perjalanan panjangnya dalam memilih penyanyi muda dan juga berbakat dalam albumnya ditempuhnya selama hampir satu tahun. Setiap penyanyi yang menyanyikannya juga dipilihnya harus mewakili setiap lagu yang diciptakannya. Dalam hal pemilihan lagunya pun, Krishna dan tim dari label yang memilih lagu berdasarkan tingkat kepopulerannya sejak bergabung bersama Ada Band.

Krishna Balagita
Mytha Lestari (Foto: Akr)

“Selama hampir satu tahun memilih para penyanyi yang ada di album ini. Memang sudah lama label musik ingin membuatkan album yang isinya banyak penyanyi. Saya ikuti saja, akhirnya baru tahun ini dimulai,” katanya.

Album “20 Tahun berkarya Krishna Balagita” berisikan lagu dengan aransemen yang berbeda-beda namun tidak merubah lagu aslinya.

 

Mytha Lestari yang melantunkan lagu "Setengah Mati" merasa puas dengan hasil yang diperolehnya di lagu ini. Bagaimana tidak, aransemen dari lagu ini benar-benar dirubah dengan memasukan unsur jazz di dalamnya. Menurut isteri dari Barry Maheswara ini merasa kesulitan diawal menyanyikannya karena lagu yang dibawakannya aslinya dinyanyikan oleh laki-laki. Namun Mytha merasa cukup puas cukup sesuai dengan ekspektasi hasil akhir dari lagu ini.

“Awalnya sulit banget. Ada setengah jam cuma buat nyari nada dasar. Karenakan awalnya yang menyanyikan laki-laki jadi menurut aku harus diturunin nadanya. Tapi Alhamdulillah, kalau dibilang puas banget atau nggak yang bisa dibilang sudah sesuai ekspektasi karena memang aku gak terlalu terlibat lebih dalam,” ungkap Mytha Lestari.

Akhirnya, album ini bukan hanya menjadi bukti karya emas Krishna tapi turut juga menyemarakkan industri musik tanah air. Di bawah label musik Jagonya Musik & Sport dan GMI Record  ini sekaligus diharapkan mampu mengulang kenangan manis bagi para penikmat lagu Krishna Balagita. (YD)