Home | News | Garuda Merah Menghimbau Semua Pihak Bersikap Netral Agar Tidak Terjadi Perpecahan

Garuda Merah Menghimbau Semua Pihak Bersikap Netral Agar Tidak Terjadi Perpecahan

News - 14 May, 2019 Oleh @Yulia Dewi

Garuda Merah menyikapi kondisi sosial politik saat ini yang mulai terpecah belah dengan menghimbau kepada seluruh elemen unt

WowChannelz.com -   Perkembangan dunia politik yang semakin memanas dan mengarah kepada perpecahan pada masyarakat akhir-akhir ini membuat beberapa pihak menyatakan sikapnya terhadap situasi saat ini. Begitupun dengan salah satu lembaga yang bernaung sebagai salah satu tim relawan kemenangan Prabowo-Sandi, Garuda Merah (GM). 

Situasi saat ini terutama pada media sosial  menjadi wilayah yang sangat sensitif dan rawan, persaingan dan berita yang tidak sehat serta dipenuhi dengan black campaign dan negative campaign sehingga akhirnya berdampak juga pada situasi politik yang tidak kondusif. 

Bertempat di kawasan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa pimpinan yang berisikan generasi muda tim relawan Prabowo-Sandi, yaitu Abdul Rahman, SH (Ketua Umum Garuda Merah), Fandi Yanuarso (Wakil Ketua Umum),  Hasyim Umagaf, SH (Wakil Ketua Umum), Mudzakir (Sekretaris Jendral), dan Tri Handayani (Juru Bicara Garuda Merah) menyatakan sikap untuk meredam perpecahan yang terjadi.

Dalam sambutannya di depan awak media, Ketum GM,  Abdul Rahman mengatakan agar berbagai pihak untuk menjaga kehidupan bernegara yang sudah mulai retak. Abdul Rahman juga menghimbau kepada para media agar selalu dalam posisi yang netral dan perlu disampaikan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.

Garuda Merah
Kiri-kanan: Fandi Yanuardi (Waketum), Hasyim Umagaf, SH (Waketum), Abdul Rahman, SH (Ketum), Mudzakir (Sekjen), dan Tri Handayani (Jubir) (Foto: YD)

"Saya ingin menyikapi situasi politik yang saat ini terpecah belah. Kami sebagai sebuah lembaga yang telah disyahkan oleh pemerintah tentunya perlu disampaikan kepada masyarakat apa yang sebetulnya terjadi. Supaya di bulan Ramadhan ini kita menjaga kehidupan bernegara yang mulai retak," kata Abdul Rahman.

Pada kesempatan yang sama, Hasyim Umagaf sebagai Wakil Ketua Umum GM juga mengungkapkan bahwa situasi yang saat ini terjadi juga tak lepas dari akibat sikap dari calon politik yang dapat menciderai dan menimbulkan perpecahan masyarakat.

"Situasi saat ini jika tidak disikapi dengan adil dari salah satu calon, maka perpecahan itu tidak dapat terelakan. Garuda Merah sangat keras menyerukan persatuan karena kita tidak ingin ada kelompok atau organisasi lain yang dapat meruntuhkan persatuan anak bangsa," kata Hasyim Umagaf menambahkan.

Pemilu saat ini yang menjadi perhatian bukan hanya menjadi perhatian dalam negeri saja tetapi menjadi perhatian dunia. Garuda Merah yang sejak awal terbentuknya pada tahun 1998 juga sangat menyayangkan ideologi Pancasila yang saat ini sudah mulai tergerus di kalangan generasi muda. Indonesia yang dikenal karena moralitas dan persatuan yang selama ini dibanggakan semakin lama menghilang oleh adanya oknum-oknum pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. 

"Kita tidak ingin adanya perpecahan akibat dari ulah oknum penyelenggara maupun oknum pejabat negara. Baru kali ini Pemilu menjadi perhatian dunia. Pada dasarnya kami adalah sebuah ormas yang menginginkan perubahan dengan berlandaskan ideologi Pancasila yang sudah mulai bergeser," imbuh Hasyim Umagaf.

Untuk meredam situasi saat ini, GM memberikan usulan dan menyatakan sikap tegasnya kepada pemerintah untuk menghentikan sementara perhitungan KPU dalam menyikapi situasi politik yang semakin memanas. Selain tetap akan melakukan people power dimana yang telah dilindungi Undang-Undang, GM akan tetap memantau Situng KPU dan juga terus berusaha melakukan aksi-aksi moral. Selain tentunya tetap berusaha mendesak semua pihak terutama keamanan untuk sama-sama bersikap netral.

"Garuda Merah juga mendesak aparat keamanan terutama TNI dan Polri untuk bersikap netral yang mengarah pada tindakan tegas dan represif sekalipun," sambung Mudzakir, Sekjen Garuda Merah.

Selain menyatakan sikap dan memberikan himbauan, acara ini juga sekaligus GM menyatakan rasa bela sungkawa atas gugurnya para pahlawan demokrasi yang berjumlah 538 orang dan juga yang masih menderita sakit. GM juga mendesak untuk segera dibentuk Tim Pencari Fakta dan menyematkan pita hitam sebagai tanda berkabung pada tanggal 22 nanti, sekaligus memberi penghormatan dengan menaikan bendera setengah tiang.