Home | News | Setelah Mengibarkan bendera Merah Putih Di Gunung Everest, Naila Novaranti Ingin Taklukan Antartika

Setelah Mengibarkan bendera Merah Putih Di Gunung Everest, Naila Novaranti Ingin Taklukan Antartika

News - 18 April, 2019 Oleh @Yulia Dewi

Naila Novaranti salah satu srikandi Indonesia yang berprofesi sebagai penerjun payung ini kembali ingin memecahkan rekor sebagai penerjun pertama yang menaklukan tujuh benua

WowChannelz.com -   Bicara olah raga terjun payung, nama salah satu srikandi Indonesia, Naila Novaranti tentunya tidak asing lagi. Wanita yang awalnya menjadi seorang sekretaris dan marketing di sebuah perusahaan parasut terjun payung asal Amerika ini, kini dikenal sebagai penakluk angkasa. Tidak lebih enam benua sudah ditaklukan oleh wanita berusia 38 tahun ini.

Selain dikenal sebagai atlet terjun payung dunia, Naila juga sekaligus instruktur profesional terjun payung dunia yang melatih para penerjun payung baik dari kalangan militer maupun sipil di 47 negara di dunia. Salah satu obsesinya saat ini adalah, ingin menjadi satu penerjun wanita pertama kali yang terjun di tujuh benua. 

Ditemui WowChannel usai acara “Rumpi No Secret” di gedung TransTV, Jakarta pada Selasa (16/4/2019), Naila menceritakan keinginan terbesarnya saat ini.

“Antartika benua terakhir yang saya belum pernah ke sana. Saya pingin jadi penerjun pertama kali yang mengibarkan bendera Indonesia di tujuh benua, Antartika adalah benua terakhir yang ingin saya kunjungi,” ujar Naila.

Benua Antartika menurutnya adalah medan yang tersulit, sejak berhasil menaklukan gunung Everest pada November tahun lalu cuaca di sana lebih ekstrim. Keberangkatannya ke Antartika pun sempat tertunda dikarenakan cuaca ekstrim yang tidak menentu di sana.

Naila Novaranti
Naila dalam aksinya sebagai penerjun (Foto: Istimewa)

“Harusnya Januari kemarin saya sudah terbang ke sana, tapi cuaca lagi gak bagus. Lapisan esnya yang kita ngeri, kita berharapcuaca di sana sebeku mungkin supaya pas jauh ada landasan bukan ke air itu aja sih,” kata wanita berdarah Minang-Sunda ini.

Sebagai penerjun professional saat ini tentunya tidak berarti ia bisa bebas dari rasa takut. Ia pun pernah beberapa kali mengalami cedera, bahkan pernah tulang ekornya cedera akibat jatuh. Namun, hal tersebut tidak menghalanginya untuk terus menjadi penerjun yang terbaik.

"Kalau ditanya apakah saya takut, itu pasti. Namun keinginan saya untuk maju bisa melawan rasa takut itu, meski saya tahu resiko besar selalu menghadang saat berada di angkasa untuk terjun payung. Tetapi saya bersyukur kepada Allah, keluarga tidak pernah melarang saya untuk terjun payung," ceritanya.

Dalam perjalanan hidupnya, Naila tidak menyangka akan sukses di bidang olahraga dirgantara ini.  Istri dari A. Dominic Hayhurst awalnya hanya coba-coba produk parasut di tempatnya bekerja. 

  

"Tahun 2001 saya bekerja di perusahaan dengan jabatan sebagai seorang sekretaris. Lalu merasa kurang ada tantangan, saya akhirnya memutuskan hengkang dan memilih pekerjaan sebagai marketing di perusahaan parasut terjun payung di Amerika. Tahun 2009 akhirnya memutuskan mencoba terjun payung, meski saat itu saya hanya tandem dengan seorang penerjun profesional. Dari situ, saya memutuskan untuk ikut kursus dan memulai karier penerjun," ungkap Naila.

Naila Novaranti
Naila Novaranti (Foto: YD)

Mulai dari sanalah kemudian ia terus meningkatkan kemampuannya dengan menimba ilmu di USPA (United States Parasut Association) di Amerika Serikat. Ia kemudian menjadi atlet skydiving profesional dan bergabung dengan tim skydiving internasional "Simba". Ia disebut sebagai wanita Indonesia pertama yang bergabung dengan tim yang berpartisipasi dalam kompetisi skydiving internasional itu.

“Dari situlah saya kemudian ikut berbagai macam pertandingan. Buat saya tantangan aja, challenge. Saya pingin buat sesuatu yang baru, jadi tidak sekedar terjun aja,” katanya.

Sebagai penerjun yang sudah delapan tahun menggeluti olahraga ini, Naila pun memberikan tips bagi para generasi milineal yang ingin menggelutinya.

“Buat saya ketika di atas yang penting kita harus fokus dan hilangkan rasa takut. Rasa takut itu pasti ada, saya pun masih sering mengalaminya bahkan setiap terjun. Tapi saya lawan ketakutan itu dengan keinginan untuk terus maju,” pungkasnya.

Naila adalah sosok wanita yang kuat dan menginspirasi, di balik kesibukannya sebagai seorang ibu ada keinginan yang begitu kuat dari dirinya untuk menaklukan tujuh benua. Harapannya pada bulan Desember tahun ini, ia berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di benua Antartika. 

“Mohon dukungan dan doanya semoga tahun ini saya berhasil menaklukan benua terakhir, Antartika,” tutup Naila. (YD)