Home | Event | Negeri 5 Menara, Kini Diangkat Menjadi Drama Series

Negeri 5 Menara, Kini Diangkat Menjadi Drama Series

Event - 9 March, 2019 Oleh @Yulia Dewi

Negeri 5 menara yang diadaptasi dari novel laris karya Ahmad Fuadi dan pernah di filmkan di tahun 2012 ini kini diangkat menjadi serial web series.

WowChannelz.com -   Kehidupan di pondok pesantren yang diangkat dari novel laris "Negeri 5 Menara", kini diangkat kembali dalam bentuk drama series. Negeri 5 menara yang pernah di filmkan di tahun 2012 ini berhasil meraih sukses dengan memperoleh dan meraup jumlah penonton yang banyak. 

Ditemui di acara syukuran di kawasan Sudirman, Jakarta pusat pada Jumat, 8 maret 2019, dalam rangka diangkatnya Negeri 5 menara ke dalam versi drama serialnya, Ahmad Fuadi penulis novel Negeri 5 Menara sangat bersyukur dengan akan dibuatkannya serial ini. Momen ini sekaligus sebagai anniversary 10 tahun novelnya diangkat kembali menjadi sebuah tontonan yang dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

“Cerita ini sangat unik dan indonesia banget ini menarik utk memberi hiburan yang bernuansa religi, drama dan humor pembuatan daur ulang web series karya novel laris Ahmad Fuadi,” kata Dedi Suherman perwakilan dari Melon, saat ditemui di Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (8/3).

Negeri 5 menara rencananya akan ditayangkan lewat platform Maxstream pada saat bulan Ramadhan nanti. Serial yang akan tayang sebanyak 30 episode ini memang sangat cocok ditayangkan saat ramadhan karena bernuansa religi.

Negeri 5 Menara ini siap tayang pada hari pertama bulan Ramadan hingga hari ke-30. Nah, kalau hari ke-30nya sudah lebaran, berarti sampai Idul Fitri tahun ini,” ungkap Adhi Putranto, dari Maxstrem.

Mengambil tempat di Jakarta, Bogor dan beberapa tempat di pulau Jawa serta di luar negeri, London, web series yang mulai syuting 11 dan 12 Maret 2019 ini akan dimainkan oleh sederet pemain ternama sekaligus pemain muda, seperti Donny Damara, Jenifer Coppen, Endi Alfian,Syafira Haddad, Chand Calvin, Tri Yudiman, Damara Finch, Frandika, Ajil Dito, Diffa Ryansah dan Naufal Aazhar. 

Maxstream selaku platform yang akan menayangkan film ini merasa yakin kalau web seris Negeri 5 Menara akan menghadirkan satu konten yang akan menampilkan banyak pesan moral bukan hanya sajian yang menghibur tetapi juga mendidik.

“Film ini menghadirkan satu konten yang banyak pesan moralnya bukan hanya menghibur tapi mendidik,” harap Adhi.

Negeri 5 Menara
Para cast yan terlibat dalam negeri 5 Menara (Foto: YD)

Web series ini menceritakan tentang  Alif dari danau maninjau sumatera barat bermimpi ingin

meneruskan sekolahnya untuk menggapai cita-citanya masuk ke ITB. Namun keinginannya ditolak oleh sang ibu, yang ingin Alif masuk ke pesantren karena ingin Alif menjadi seperti Buya Hamka. Dengan berat hati Alif mengikuti kemauan ibunya untuk melanjutkan sekolah di pondok pesantren di ponorogo. Dipesantren Alif bertemu dengan Raja pemuda asal medan, Baso asal Gowa, Atang dari jawa barat, Dulmajid dari Madura dan Said dari Surabaya.

Dihari pertama mereka kaku dan kikuk dalam dunia pesantren, terutama Alif yang masih bermimpi masuk ke ITB. Baginya kehidupan pesantren sangat membosankan dan tidak menarik. Hingga pada suatu hari mereka seperti tersihir oleh kata-kata ustadz Salman tentang konsep “Man Jadda Wa Jadda” yakni siapa yang bersungguh-sunguh akan berhasil.

Mulai dari sinilah persahabatan mereka mulai terjalin, setiap sore menjelang magrib keenam remaja itu selalu berkumpul di bawah menara masjid sembari memandangi awan biru dan memimpikan masa depan. Sebuah impian diucapkan sambil berharap awan-awan itu menggambarkan mimpinya. Alif melihat awan seperti benua Amerika kelak lulus akan mengunjunginya. Baso, Raja, Atang menggambarkan awan itu seperti Negara Arab, Mesir dan Benua Eropa yang ingin dijelajahi.

Permasalah timbul ketika persahabatan mereka mulai erat, Baso harus meninggalkan pesantren karena diminta menjaga neneknya. Mereka mulai galau dan sedih harus kehilangan sahabat, disisi lain Alif goyah dan ingat akan citacitanya masuk ke ITB. Masihkah ke enam sahabat (sohibul menara) yang biasa menunggu magrib di bawah menara bisa menggapai cita-citanya?

Web series ini mengemas dengan ringan dengan jalan cerita yang begitu kental dengan pesan moral dan mudah dicerna serta menggambarkan suasana pesantren yang akan membuat kita merenung dan kagum. (Yulia)