Home | Celeb | Pembuktian Diri Seorang Galuh Adiwinata dengan Album “18”

Pembuktian Diri Seorang Galuh Adiwinata dengan Album “18”

Celeb - 3 March, 2019 Oleh @Yulia Dewi

Galuh Adiwinata, seorang pendatang baru di blantika musik Tanah Air. Dengan talenta yang luar biasa, ia membuktikannya dengan meluncurkan album "18"

WowChannelz.com -   Satu lagi dunia tarik suara kedatangan seorang pendatang baru, Galuh Adiwinata. Pengalamannya bernyanyi di acara wedding membawanya menjadi seorang remaja baru yang mempunyai talenta. Galuh begitu biasa ia dipanggil, anak muda asal Prabumulih, Palembang ini mencoba menjajaki karirnya dengan talenta suara yang dimilikinya.

Tidak tanggung-tanggung dipenampilan perdananya ini, Galuh membuktikannya dengan meluncurkan album yang bertajuk “18”, lewat debut singlenya “Ku Tak Ingin”. Lagu bernuansa pop jazz akustik ini diciptakan oleh Galuh sendiri pada lirik dan nada, bekerja sama dengan Harry Toledo untuk aransemennya. Lagu ‘Ku Tak Ingin’ ini merupakan tunggalan yang diambil dari debut album Galuh “18” yang berisi 7 lagu yakni: ‘If You Wont It’, ‘Rindu Sendiri’, ‘Na Na Na’, ‘Till The End’, ‘Kedepannya’, ‘Tak Salah Jatuh Cinta’ selain ‘Ku Tak Ingin’.

Sebuah penampilan yang patut diperhitungkan sebagai seorang pendatang baru di blantika musik Tanah Air. Dalam waktu empat bulan saja Galuh mampu menulis 7 buah lagu yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya.

Lagu-lagu yang ditulis Galuh semuanya berasal dari pengalaman perjalanan hidup dan kisah cintanya. Seperti, If You Wont It, Na Na Na, Rindu Sendiri, Kedepannya, Till The End, Ku Tak Ingin dan Tak Salah Jatuh Cinta.

”Semua karya yang saya buat ini butuh waktu empa bulan. Keseluran diangkat dari inspirasi perjalanan hidup saya. Termasuk kisah cinta bersama pacar,” sebut Galuh saat mini show case_di D Gallerie, di Barito, Jakarta Selatan.

Galuh Adiwinata
Foto: Yulia

Lagu Ku Tak Ingin sendiri menceritakan  tentang hubungan pasangan yang tidak ingin berpisah dan takut saling takut kehilangan. Sebuah penampilan yang manis dan mencoba menyentuh rasa, lagu yang bernuansa jazz akustik ini diciptakan oleh Galuh sendiri pada lirik dan nadanya. Sementara aransemennya dibantu oleh musisi Harry Tolado.

“Saya beruntung bisa mengenal dan bekerjasama dengan om Harry Toledo. Beliau banyak memberikan masukan dan pengetahuan untuk saya bagaimana menjadi seorang penyanyi yang baik. Hal tersebut benar-benar membentuk saya secara utuh,” akunya.

Genre yang dipilihnya sekarang menurut Galuh bukan hanya akan menjadi ciri khas dan kesukaannya saja. Background sebagai penyanyi wedding membuatnya harus mampu menyanyikan beragam genre dan menyatukannya. Begitupun dalam memainkan instrument musik.

“Awalnya saya tidak memilih genre, karena pertamanya saya belum mengerti. Sebagai wedding singer saya harus menyanyikan beragam jenis lagu, dan saya belum paham apa itu genrenya. Sekarang sejak bertemu dengan mas Harry sedikit banyak saya makin mengerti dan mana musik yang enak,” kata Galuh.

Sebagai pendatang baru, Galuh juga sadar harus lebih banyak belajar lagi ke depannya. Ia pun bersyukur bisa bertemu dengan musisi Harry Toledo yang mengajarinya bagaimana membuat sebuah lagu yang baik.

“Saya termasuk seorang yang haus akan ilmu, karena  mau setinggi apapun masih ada titik bawah. Musikalitas yang ada di kepala saya masih jauh banget sama om Harry yang musikalitasnya sangat tinggi. Ketika lagu saya disatuin backing vokalnya jadi harmonic, saya mesti banyak belajar lagi,” imbuhnya.

Album “18” menjadi sebuah pembuktian bagi remaja kelahiran 27 Juni 2000 ini, sebuah persembahan yang sarat makna dan puitis dari seorang Galuh Adiwinata dalam menapaki karirnya di blantika musik tanah Air dibawah naungan musik distribusi Stoodio lndonesia.

“Semua di luar expectasi saya. Saya sangat menyukai lirik yang sarat makna, puitis dan tidak biasa. Makanya saat ini saya sangat mengidolakan Kunto Aji. Yaa..., kepengen seperti dia. Mudah-mudahan semakin kedepan saya makin mampu menciptakan lagu-lagu dengan lirik yang semakin bagus. Saya masih terus belajar dan tetap butuh bimbingan,” pungkas Galuh. (Yulia)