Home | Event | Sutradara 'Love for Sale' Cari Sineas Muda yang Liar

Sutradara 'Love for Sale' Cari Sineas Muda yang Liar

Event - 8 February, 2019 Oleh @Josepus Orias Dias

Mengusung tema 'Muda Kaya Karya', TOP Generation Challenge menantang anak muda di usia produktif untuk pamer karya mereka.

WowChannelz.com -  Sudah saatnya yang muda yang berkarya. Apalagi di era digital sekarang, setiap orang bisa mengeksplor banyak hal dan menyalurkan bakatnya.

Mengusung tema 'Muda Kaya Karya', TOP Generation Challenge menantang anak muda di usia produktif untuk pamer karya mereka. Terdapat dua kategori dalam kompetisi ini, yaitu Art Maker dan Content Maker.

Sutradara film 'Love for Sale', Andi Yusuf Bachtiar menjadi salah satu dewan juri atau kurator pada ajang ini. Selain berharap munculnya bibit-bibit seniman muda, ia juga ingin menemukan karya baru sekaligus liar.

"Sesuatu yang bisa dikembangkan lebih besar lagi, yang dikerjakan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah yang ada," ucapnya saat jumpa pers di Teater Salihara Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Andi Yusuf Bachtiar
Andi Yusuf Bachtiar menjadi salah satu dewan juri TOP Generation Challenge 2.0

Pada kategori Art Maker, terdiri dari kriya, fotografi, arsitektur, desain komunikasi visual, desain produk, dan seni rupa. Sedangkan pada Content Maker, yaitu aplikasi dan pengembangan permainan, film animasi dan video, musik, pertunjukan, YouTuber, dan vlogger.

Perhelatan ini akan digelar roadshow di 6 kota besad Indonesia. Mulai dari Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Denpasar, Malang, hingga Surabaya. Pemilihan kota itu karena dianggap berpotensi melahirkan seniman baru dan berbakat.

Nantinya di setiap roadshow, peserta yang karyanya terpilih sebagai 'Karya Terpuji' akan mendapat hadiah berupa uang tunai total ratusan juta rupiah dan plakat penghargaan.

"Kalau ada event-event TOP Coffee lagi, karya itu juga akan dipamerkan," ujar Edward Christian Djaja, selaku Product Manager TOP Coffee.

TOP Generation Challenge 2.0
Jumpa pers TOP Generation Challenge 2.0

Yustiansyah Lesmana yang juga sebagai kurator berucap ia sangat antusias dengan TOP Generation Challenge 2.0, sebagai wadah kreativitas para seniman.

"Kelangkaan satu event atau platform seni di Indonesia, terutama yang anak muda ya. Dari penasaran itu gimana persoalan teman-teman seniman muda punya ruang aktualisasi karyanya lebih jauh," katanya.

Syarat untuk menjadi peserta selain berusia 17-35 tahun, karya yang disertakan tentu harus mengandung unsur seni, serta tidak memuat unsur SARA.