Home | Event | Bunga Untuk Mira Babak Baru Mhyajo Masuk Panggung Teater Indonesia

Bunga Untuk Mira Babak Baru Mhyajo Masuk Panggung Teater Indonesia

Event - 24 December, 2018 Oleh @Yulia Dewi

Bunga Untuk Mira yang digelar pada Sabtu dan Minggu, 23 dan 24 Desember 2018 di Taman Ismail Marzuki usai sudah. Bunga Untuk Mira adalah pop musical dengan kisah yang diadaptasi dari legenda Bawang Merah dan Bawang Putih.

WowChannelz.com -   Sebuah persembahan dari Mhyajo, "Bunga Untuk Mira" yang digelar pada Sabtu dan Minggu, 23 dan 24 Desember 2018 di Taman Ismail Marzuki usai sudah. Bunga Untuk Mira adalah pop musical   dengan kisah yang diadaptasi dari legenda Bawang Merah dan Bawang Putih. Sang produser, sutradara, penulis skenario dan penata artistik, Mhyajo, memberi imajinasi baru, nan segar sekaligus menyentuh di atas  kisah yang melegenda itu. 

Pementasan yang terinspirasi dengan kisah Bawang Putih dan Bawang Merah tersebut dipentaskan dengan sangat apik. Mhyajo mengimajinasikan Bawang Merah sebagai sebagai penari jazz kontemporer bernama Mira Margareta. Alunan musikpun sangat hidup dengan iringan aroma musik jazz yang menancapkan pesan dan rasa kepada penonton. 

Kisah diawali dengan Mira yang sangat haus akan perhatian. Mira yang selalu ditemani oleh seorang manager bisnis Bob (Johan Yanuar) dan dua orang dayang-dayang yang menangani kostum dan juga make up. Mira jatuh hati pada seorang promotor seni pertunjukkan, Andre Reihard (Daniel Adnan).

Bunga Untuk Mira
Foto: Istimewa

Sementara sosok Bawang Putih yang lembut dan seorang botanis, Puti Prabuwardhana. Ia tengah mempersiapkan sebuah produk komestika dengan bahan dasar bunga. Namun justru Andre mencintai Puti.

Mira dan Puti digambarkan sebagai dua kutub pribadi berbeda, Mira dikenal sebagai pribadi yang ambisius, sementara Puti berjiwa lemah lembut. Mereka menjadi saudara dan dipertemukan menjadi keluarga,  karena Ibu Mira atau Ibu Suri (Maya Hasan) menikah dengan Ayah Puti yang kini sudah wafat. 

Mira sangat ekstrovert dan penuh pesona dan menjadi kebanggan Ibu kandungnya, Ibu Suri. Sementara Puti si anak sambung pribadi introvert. Terlebih perannya di meja makan seperti selalu disisihkan Ibu Suri. Di meja makan, di selalu ditempatkan di  bagian ujung meja. Bagian tengah hanya untuk Ibu Suri, Mira dan rekan dekatnya. 

Bunga Untuk Mira
Foto : Istimewa

Pertemuan Dua Kutub

Di atas panggung  Gedung Teater Jakarta, kisah Mira dan Puti  dipentaskan oleh 7evennote Production. Mhyajo berhasil mengarahkan dua pemeran utama wanita yang berseteru Mira (Shae) dan Puti  (Dea Panendra)* menjadi pemain teater musical yang  memukau.  Keduanya bisa berakting, menari dan menyanyi dengan prima. 

 

Shae  harus disebut sebagai aktris baru berbakat  yang multitalent. Penyanyi ini mengaku belum pernah belajar menari sebelum dilibatkan dalam projek ini.  Namun ia mampu tampil lincah, tetap seksi dan menari dengan memukau. Ini tentu berkat gemblengan Ufa Sofura  sebagai penata tari dan gerak dalam  projek ini.

Dengan musik, kostum dan tata pencahayaan yang memukau, pentas ini sangat berhasil masuk ke dalam hati yang menontonnya.

Mhyajo sendiri membagi pentas dalam dua babak,  dengan 16 adegan.  Pada masing-masing adegan, terasa kerja kreatif Mundo Gascaro, dengan musik latar  lagu baru dengan sangat kental bermuatan jazz,  terdengar  sangat menguatkan jalan cerita.

Bunga Untuk Mira
Foto: istimewa

Mundo sangat detail menampilkan beberapa musik latar terutama pada babak pertama, ia mencampur melodi dengan bunyi sendok, garpu yang berdenting menyentuh piring  yang terdengar sangat indah dan menunjukkan kecerdasan seorang Mundo Gascaro.

Baik tata cahaya oleh Iwan Hutapea, yang memperindah setiap lagu dan adegan, pementasan Bunga Untuk Mira ini juga memperlihatkan kostum yang segar dan fashionable dari Klenting Titis Wijayanti.

Mhyajo menutup  pagelaran berdurasi 1 jam 30 menit dengan tak terduga. Ia memperlihatkan adegan ‘flash back’,  di mana Puti merencanakan adanya kematian. Puti ingin kembali menguasai meja makan di bagian tengah. Di mana selama ini, posisi itu dikuasai Ibu dan saudara tirinya. 

Walaupun ada beberapa kekurangan pada pementasan pertamanya ini, namun project ini merupakan babak baru Mhyajo dalam pentas teater musical dan bakal menjadi pintu gerbang baru bagi kreatifitasnya dibidang teater lebih cemerlang.

Selamat Mhyajo!