Home | News | Silaturasa, Hadirkan Kolaborasi Indro Warkop dan OM PMR Dengan Warna Berbeda

Silaturasa, Hadirkan Kolaborasi Indro Warkop dan OM PMR Dengan Warna Berbeda

News - 20 December, 2018 Oleh @Yulia Dewi

Silaturasa, cara Indro Warkop dan OM PMR membuat sebuah karya yang disukai kaum milenial dengan nuansa berbeda

WowChannelz.com -   Pelawak senior Indro Warkop tentunya sudah tidak asing lagi di telinga pecinta film komedi Tanah Air. Indro merupakan salah satu personil dari Warkop DKI ini masih eksis sampai sekarang. Beberapa lawakannya pun tak pernah lekang oleh zaman, begitupun dalam kesukannya bermusik.

Dalam beberapa film, group yang terdiri dari Dono, Kasino, dan Indro ini selain berakting juga sempat menyanyi. Kalau kita lihat kebelakang lagu-lagunya merupakan pelesetan dari lagu-lagu yang sudah ada, dari lagu Mandarin sampai lagu barat yang liriknya pun membuat orang yang mendengar tertawa terpingkal-pingkal. Sehingga lagu merekapum sempat "naik pangkat" dan sejajar dengan genre-genre lain kala itu.

Kini, Indro Warkop yang pernah ‘nyemplung’ di dunia tarik suara kembali mempersembahkan sebuah karya dibidang musik yang dulu sempat dilakoninya. Bersama dengan Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR), grup musik yang pernah bersinar berkat Warkop DKI mewujudkan sebuah kolaborasi yang dibertajuk SILATURASA.

Silaturasa
Indro Warkop (Foto: AK)

“Makanya kita pakai  istilah silaturasa jadi silaturahmi yang dalam artian rasa. Mereka enggak pernah lupa aku, aku enggak pernah lupa dia. Walaupun lewat telepon kadang-kadang selalu berhubungan,"

Kolaborasi ini kembali terjadi kemarin Selasa (18/12) di acara Silaturasa yang dihelat di Toko Musik Bagus, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Pada acara ini mereka berkesempatan untuk membawakan deretan lagu yang pernah dibawakan di Warkop. Seperti Burung Kakak Tua (versi warkop), My Bonnie Lies Over The Ocean, I Don't Wanna Talk About It, dan Ngobrol di Warung Kopi.

Pada kolaborasinya dengan OM PMR kali ini Indro Warkop mengungkap kalau rekan-rekannya itu tidak berubah. Musikalitas mereka masih tetap OK dan selalu kooperatif. Namun dengan keikutsertaannya, Indro ingin memberikan perbedaaan lain pada OM PMR. 

Silaturasa
Indro Warkop bersama Glenn Fredly dalam Press Conference di Toko Musik Bagus Day, Citos (Foto: AK)

“Masih OK dan masih kooperatif! Kalau dulu kan aku masih ikut ngulik (lagu) ya, sekarang enggak. 'Aku maunya begini begini'. Sekarang mereka memang musik senang-senang ya, ceria. Tapi sama aku, aku pingin juga ada sesuatu yang beda. 

Dengan kata lain perbedaan yang dimaksud oleh Indro adalah eksplorasi genre musik. Persis dengan yang mereka lakukan kemarin. Indro Warkop dan OM PMR berkreasi menggunakan Gendang khas musik dangdut walaupun sebenarnya tidak memakai cengkok khas dangdut.

"Jadi kita hanya butuh jalan-jalan (eksplorasi) nanti dari dangdut, yang tadi ada masukin jadi kayak Kendangan Jawa, terus kita masuk ke Latin atau Samba, nggak di satu tempat aja. Kalau dangdut kita nggak terlalu ekspert, kita enggak main cengkok. Jadi kita juga nggak boleh sok tahu, makanya kita gabungin semuanya,” jelas Indro Warkop.

Indro Warkop juga ingin melestarikan karya legenda dari musik komedi Indonesia, Warkop DKI dengan kembali berkarya bersama dengan OM PMR dengan kreasi genre musik yang berbeda. Menurut Indro, ide kolaborasi ini sudah  tercetus lama. Namun, isteri Indro yang sedang sakit kala itu sangat membutuhkan perhatiannya.

silaturasa
Indro dan OM PMR perfomed (foto: AK)

“Saat ini adalah waktu yang tepat untuk bisa bermusik kembali," ungkap Indro yang memang bisa memainkan beberapa jenis musik seperti flut, suling dan beberapa alat tiup lainnya.

Perbedaan yang diusung oleh Indro dan OM PMR selain untuk mengingatkan kembali kepada kaum milenial beberapa lagu hits Warkop DKI yang sedikit banyak karena andil OM PMR.

“Justru yang nonton saya kebanyakan kaum milenial. Saya merasa yakin, bahwa selama ini kaum milenial lah yang selalu menonton dan mengapresiasi beberapa film dan karya saya. Saya yakin dengan kolaborasi bersama OM PMR, kami bisa kembali diterima masyarakat khususnya pecinta musik Indonesia,” pungkas Indro. /Yulia