Home | Lifestyle | Perjuangan Anna Mariana Menetapkan Peringatan Hari Tenun & Songket

Perjuangan Anna Mariana Menetapkan Peringatan Hari Tenun & Songket

Lifestyle - 7 December, 2018 Oleh @Yulia Dewi

Anna Mariana berjuang “mendekati” pemerintah dan meyakinkan betapa pentingnya penetapan peringatan hari Tenun dan Songket Nasional.

WowChannelz.com -   Sebagai perancang dan pelopor pengembangan Tenun dan Songket  yang sudah lebih dari 10 tahun terakhir, Anna Mariana berjuang “mendekati” pemerintah dan meyakinkan betapa pentingnya  penetapan peringatan   hari  Tenun  dan Songket Nasional. Ia ingin mengusulkan tanggal peringatan yang berbeda dengan hari Batik. 

Obsesi  Anna Mariana untuk melahirkan adanya peringatan hari Tenun Nasional akhirnya mendekati kenyataan. Hal ini terlihat  saat perancang tenun nusantara yang memiliki posisi sebagai  Pendiri,  Dewan Pakar  & Pembina di Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia  (KTTI) itu, bersama Tengku Ryo Rizqan (Ketua Umum KTTI) dan Ibu Musdalifah  (Dewan Pembina KTTI) melakukan audiensi dengan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) di  Gedung DPR pada Kamis, (6/12).

Alasannnya sederhana, “Agar  ketika peringatan Hari Batik, seluruh Indonesia mengenakan batik, dan di tanggal lain akan mengenakan tenun. Biar  ini bisa menjadi ajang promosi berjalan!” ujar isteri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MS, MSc ini.

Bamsoet sendiri  mendorong usulan peringatan Hari Batik Nasional  pada setiap tanggal 2 Oktober itu, ditingkatkan menjadi Hari Batik dan Tenun Nasional. Menurutnya penggabungan Hari Hari Batik dan Tenun Nasional akan membuka mata dunia tentang betapa kayanya budaya wastra khas Indonesia.

"Setelah sukses memasyarakatkan batik, kita harus memberikan perhatian yang sama terhadap keberadaan tenun. dengan adanya penetapan hari peringatan tenun bisa merangsang aktivitas bisnis di bidang tenun lebih menggeliat lagi. Dengan demikian dapat berkontribusi bagi pembangunan ekonomi dan kesejaheraan masyarakat" ujar Bamsoet saat menerima  Anna Mariana dan rombongan KTTI  di ruang kerjanya di gedung DPR RI, Jakarta.

Anna Mariana
Anna Mariana beserta Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Ist

Seperti halnya Batik, tenun akan mendunia jika dimulai dari dalam negeri, Bamsoet pun berjanji akan mencoba berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo untuk mendukung pencanangan Hari Batik dan Tenun Nasional.

Baik Bambang Soesatyo maupun Anna  Mariana masih akan membicarakan lagi langsung dengan Presiden Jokowi. Keduanya memiliki ageda pertemuan yang sama dengan jadwal yang berbeda . “Minggu depan saya akan bertemu   Pak Jokowi khusus membicarakan tentang ini!” ungkap  DR. Hj. Anna Mariana, SH, MH, MBA.

Jika presiden setuju hari peringatan itu disatukan, Anna sendiri mengaku akan mengikuti kebijakan itu. “Yang penting pada prinsipnya, Alhamdulillah Pemerintah dan Presiden sudah mengakomodir, mendengarkan serta sekaligus mengabulkan permohonan dari perjuangan saya. Semoga ini akan membawa dampak lebih baik bagi para pengrajin tenun dan songket! Demi terselamatkan wastra tradisional tenun dan songket yang merupakan warisan dan aset budaya leluhur bangsa Indonesia!”

Dalam pengamatan Anna Mariana, Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang masih secara aktif memelihara budaya pembuatan kain tenun  dan songket.  “Dan kerajinan ini merata  hampir di seluruh wilayah Indonesia, dengan ciri khas yang berbeda-beda, unik dan langka dan dikerjakan secara turun temurun,” ungkap pemilik butik House of Marysa tersebut. 

Anna merasa sangat bersyukur, jika impian lamanya yang berkembang menjadi obsesi itu bisa terwujud. Anna Mariana merasa khawatir jika pemerintah mengabaikan hal ini, suatu saat Negara lain yang akan mengklaim kain tenun dan songket sebagai budaya mereka.

Ide ini sesungguhnya juga merupakan aspirasi dari para pengrajin tenun dan songket binaan Anna  yang berjumlah hampir 10 juta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Anna juga sangat berharap,  penggunaan dan pemakaian tenun bisa lebih lekat lagi dalam keseharian masyarakat Indonesia. “Baik sebagai seragam  pegawai  pemerintah  maupun swasta juga seragam sekolah.  Sebagai bagian dari ekonomi kreatif, tenun bisa turut berkontribusi meningkatkan penghasilan pengrajin sekaligus juga menjadi sumber daya  yang dapat memajukan perekonomian nasional,” pungkas Anna Mariana. /SPR