Home | Event | PESTA RAYA 2018, Membangun Ruang Untuk Pelaku Budaya Seni Teater

PESTA RAYA 2018, Membangun Ruang Untuk Pelaku Budaya Seni Teater

Event - 1 December, 2018 Oleh @Yulia Dewi

Pesta Raya 2018 yang digelar sejak tanggal 21 sampai 28 November bertempat di Auditorium Bulungan usai sudah. Acara yang digagas oleh SINTESA ini di tutup dengan sebuah karya dari sutradara Anwari yang berjudul Menjahit Kertas

WowChannelz.com -   Pagelaran Pesta Raya 2018 yang digelar sejak tanggal 21 sampai 28 November  bertempat di Auditorium Bulungan usai sudah. Acara yang digagas oleh SINTESA (Simpul Interaksi Teater Jakarta Selatan) ini di tutup dengan sebuah karya dari sutradara Anwari yang berjudul Menjahit Kertas ini menceritakan tentang sebuah ruang di masa kecil dan menjahit memori-memori jangan sampai hilang tergerus dengan modernisasi saat ini.

"Pada pementasan hari ini berjudul Menjahit Kertas. Bahwa ada ruang-ruang dan kehilangan cerita dari kecil yang disajikan sutradara. Dengan menawarkan tekhnik pola lama tetapi di kolaborasi dengan kekinian. Menjahit memori pada waktu kecil jangan sampai hilang tergerus modernisasi. makanya ada beberapa lagu zaman kanak-kanak yang mereka tampilkan," papar Toto Sokle selaku Ketua Umum dari SINTESA“ di GOR Bulungan, Jakarta Selatan,Jumat (30/11).  

SINTESA bekerjasama dengan JEERA Foundation serta Join untuk budaya adalah ruang bagi para pelaku  kesenian dalam seni teater untuk dapat berekspresi dan berkreasi secara bebas tanpa embel-embel menang dan kalah atau lebih tepatnya Pesta Raya adalah sebuah parade kebudayaan teater.

Pesta raya kali ini, Sintesa selaku penggagas acara mengambil tema yang sangat menarik sekaligus unik, yaitu ; BERGERAK. Bergerak adalah sebuah tema kajian dari program Pesta Raya Sintesa yang tiap tahun kalender selalu mencermati dan mencoba membuat catatan perkembangan seni dan budaya ter-khusus teater. 

Pekan raya
Salah satu pementasan SINTESA di GOR Bulungan, Jakarta Selatan (foto: Ist)

“ Mengapa demikian? tak bisa di pungkiri lagi Teater adalah gambaran perkembangan peradaban tentang keberadaan. Semua mesti bergerak untuk berkembang,secara alamiah pasti akan menjadi berubah karena kita hidup”. Jelas Toto Sokle.

“ Namun hakikat hidup yang menghidupi dalam hal ini tak bisa serta merta di biarkan begitu saja. "Biarkan berkembang secara alamiah.." begitu kadang setiap orang berucap. Memang sangat betul, namun alamiah sendiri kalau di cermati adalah sebuah ekosistem juga walau dalam ranah yang kecil”. sambungnya.

 

Teater sekali lagi menjadi bentuk pe(manusia)an yang selalu memberi gambaran peradaban pada sebuah masa. Membangun dan terbangun..tergerak dan bergerak..adab dan beradab..semuanya dalam ke(satu)an. 

Awal dibentuknya sebuah pagelaran  ini adalah untuk menawarkan sebuah peradaban bagi seni pertunjukkan teater. Dimana saat ini di Jakarta ruang pertunjukkan sudah sangat susah, kalaupun ada pastinya dengan biaya yang sangat mahal. Menurut Toto, sebenarnya acara ini adalah sebuah gagasan untuk membuka dan menawarkan untuk membangun kembali sebuah ruang untuk peradaban seni teater khususnya di Jakarta.

Pesta raya
Foto: Istimewa

"Karena butuh sebuah ruang yang saat ini semakin tergerus, kami membuat pertunjukkan ini yang saat ini ruang tersebut sangat susah di Jakarta. ketika dibangun oleh Ali Sadikin ini merupakan sebuah daerah keramat untuk membangun peradaban tersebut. Nah, kita merasa perlu untuk membangun kembali ruang tersebut yang tidak lagi banyak tawaran di Jakarta," jelas Toto lagi.

SINTESA yang sudah berlangsung selama 3 tahun ini merupakan gagasan dari para seniman di Jakarta terutama seni teater. Dengan mengambil tema Nusantara, pada kesempatan kali ini dipilih daerah untuk mewakili rasa nasional yaitu dari profinsi Pontianak dan Madura.

"Ada beberapa  propinsi yang kita undang tahun ini, kebetulan yang kita tampilkan adalah Pontianak dan adalah Madura. Kedepannya kita ingin semua menjadi nasional, karena keinginan dari kawan-kawan terutama di Jakarta Selatan. Kami ingin gagasan ini benar-benar menjadi sebuah teater company.  Bahwa ada regulasi dan tekhnik market yang digarap semua menyangkut dunia pertunjukkan terutama panggung teater, ujar Toto.

"Tahun ini gagasan yang diambil hanya dua daerah saja, tahun depan akan kami buat lebih luas lagi. Bahkan global, kami juga sudah bicarakan dengan kawan-kawan yang ada di Jepang dan negara lainnya," sabung Toto kembali. 

Toto sebagai ketua teater Jakarta Selatan juga berharap dengan adanya SINTESA ini menjadi sebuah tawaran Jakarta untuk memiliki sebuah teater festival bukan hanya bertumpu pada Jakarta Selatan saja.

"Kedepannya kami berharap menjadi teater company. Jadi ruang seperti ini perlu kita isi sebagai tontonan yang di gedung ini hanya melahirkan kapitalisasi saja, tapi juga digunakan untuk pembinaan. Jangka panjangnya ruang ini harus dibina dengan baik, jangka pendeknya kita ingin menggali potensi kawan-kawan dari seni teater," pungkas Toto.

Pada hari pertama, Rabu (21/11), SINTESA diisi oleh Pentas Teater Elnamaa Teater Ka,  Sanggar Kummis, Teater Ghanta, Dapoer Teater – Pontianak, dan Sanggar Cita-cita serta Padepokan Seni Madura dengan karya Menjahit Kertas.

.