Home | Event | Pagelaran Pop-Musikal "Bunga Untuk Mira" Dibalut Dalam Kemasan Kekinian

Pagelaran Pop-Musikal "Bunga Untuk Mira" Dibalut Dalam Kemasan Kekinian

Event - 27 November, 2018 Oleh @Josepus Orias Dias

Sebuah drama Pop-musikal berjudul Bunga Untuk Mira segera digelar pada 22 dan 23 Desember 2018. Disutradarai oleh Mia Johannes, pertunjukkan yang terinspirasi dari cerita rakyat

WowChannelz.com -   Sebuah drama pop musikal berjudul Bunga Untuk Mira segera digelar pada 22 dan 23 Desember 2018. Disutradarai oleh Mia Johannes, pertunjukkan yang terinspirasi dari cerita rakyat, Bawang Merah & Bawang Putih ini akan dilangsungkan di Taman Ismail Marzuki.

Mia Johannes yang biasa dikenal dikalangan pekerja seni sebagai Mhyajo, selepas kesuksesan atas pagelaran kultural bertajuk Colors of Indonesia di Garuda Wisnu Kencana, Bali, tak lantas menghentikan geliat kreatiitasnya.

Dengan energi yang masih ada,  ia langsung mengalihkan konsentrasi, mencurahkan segenap kemampuannya dalam produksi pementasannya yang berikut.

“Angka hanyalah simbol. karena proses kreatif yang dikerjakan sebagai seorang sutradara sama beratnya di setiap produksi, baik itu skala besar ataupun kecil” kata Mia di kawasan Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Pop-Musikal
Foto ; Yulia

Mia menjelaskan, Bunga untuk Mira berbeda dengan teater musikal pada umumnya. Tidak hanya sekadar mengadaptasi cerita, Mia juga menyajikan teater musikal dengan berbagai konflik, mulai dari cinta, ambisi sampai kematian yang akan dibalut dalam kemasan kekinian.

"Adaptasi legenda dari Bawang Merah dan Bawang Putih ini adalah adaptasi bebas yang saya balut dalam imajinasi fiksi ilmiah. Saya pun mengganti nama dua tokoh utama menjadi Mira dan Puti. Meskipun diadaptasi secara bebas, agar bisa diterima banyak orang, saya juga akan mengaitkan benang merah kisah yang sama dengan cerita aslinya,” jelas Mia.

Demi merealisasikan ide cemerlangnya itu, Mia pun menggandeng beberapa seniman, yang telah terbiasa wara-wiri di berbagai konser dan seni pertunjukan. Sebut saja musisi muda Mondo Gascaro, yang akan menangani musik.

Pop-Musikal
Foto : Yulia

Menurut Mia, Mondo adalah salah satu musisi yang memiliki ide dan mampu membuat karya-karya yang cerdas. Bahkan, untuk menggarap proyek ini, Mondo berusaha membuat lagu-lagu dan aransemen musik baru, dengan rekannya Indra Prakarsa. Diketahui, pembuatan musik dimulai dari bulan April, dan masih terus berkembang sampai akhir November ini.

"Nantinya pertunjukan akan berlangsung live orkestra, begitu pula dengan nyanyian dari pemain. Untuk menggarap pertunjukan ini, saya ingin menghadirkan tradisi musikal broadway. Saya dibebaskan memberikan sentuhan apapun, mulai dari modern, pop dan sampai dark. Saya pun menyebutnya, jazz fantasi,” terangnya.

Menurut Mondo, karya tersebut nantinya akan sangat kental dengan nada-nada jazz. Lebih dari itu, ia yakin dapat membuat komposisi yang akan menggelitik hearing sense dari para penonton, karena berbau nada-nada minor yang ia tuangkan di setiap karyanya.

Sedangkan untuk koreografer, Mia juga memilih orang tepat untuk menangani pertunjukan ini. Ia adalah koreografer muda bernama, Ufa Sofura.

"Setelah pulang dari New York saya memiliki lebih banyak imajinasi. Di sana saya belajar, bagaimana belajar banyak, salah satunya membuat teknik tari yang simpel dan mudah, tetapi terlihat menawan dan bisa dinikmati oleh penonton. Nanti, teknik itu juga yang akan saya terapkan di pertunjukan ini,” ungkap Ufa.

Dalam pemilihan pemain, ini merupakan tantangan tersendiri bagi Mia, Mondo, dan juga Ufa. Pasalnya, pemain yang terpilih haruslah orang-orang yang memiliki paket lengkap. Tidak hanya pintar berakting, tetapi juga harus memiliki suara yang bagus dan mahir menari.

Untuk itu, terpilih setidaknya delapan pemain yang terdiri dari beragam profesi. Mereka adalah Shae (penyanyi) Daniel Adnan, Dea Panendra, dan Johan Yanuar.

Johan Yanuar yang datang pada kesempatan yang sama, Pementasan Bunga Untuk Mira merupakan pementasan pertamanya dan teater musikal seperti ini yang memang ia nantikan.

"Saat mendapat tawaran, saya membaca naskah, kemudian tertarik karena karakter yang saya mainkan unik dan menantang. Saya pun sadar, sebagai seorang aktor, kita tidak bisa hidup terus dalam satu karakter, dan tidak boleh berhenti untuk berkarya,” pungkasnya.

Dengan mengambil latar belakang dunia pertunjukan, drama musikal ini menyajikan konflik, cinta, ambisi dan kematian dibalut dalam kemasan kekinian pada unsur alunan musik komposisi Ramondo Gascoro dan tata tarian Ufa Sofura selama 1 jam 30 menit. /Yulia