Review Film DOA, Aksi Tiga Sahabat Bernasib Sial

news | 11 August, 2018 11:00 WIB , Oleh Josepus Orias Dias

Film Doa ( Doyok, Otoy dan Ali Oncom ). Foto : ISt

WOWChannelz.com -  Film garapan sutradara Anggy Umbara kali ini mengangkat tokoh kartun yang sempat populer di sebuah koran Ibu Kota, mereka adalah DOA (Doyok-Otoy-Ali Oncom). Anggy terbilang cukup sukses sebagai sutradara film komedi, tercatat Comic 8 dan Warkop DKI Reborn :  Jangkrik Boss! Yang laris manis di pasaran.

Ingin mengulang kesuksesan yang sama film DOA (Doyok-Otoy-Ali Oncom): Cari Jodoh berkisah tentang Doyok (Fedi Nuril), Otoy (Pandji Pragiwaksono) dan Ali Oncom (Dwi Sasono) merupakan tiga orang sahabat yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Namun ketiganya mempunyai kesamaan nasib, yaitu nasib sial dan pengangguran.

Anggy yang didampuk sebagai produser film ini cukup berhasil membangun karakter tiga sahabat kocak ini. Mulai dari Doyok, si Bujang lapuk yang identik dengan pakaian Jawanya lengkap dengan blankon di kepalanya. Doyok sesuai dengan tokoh kartunnya adalah pemuda lugu, bokek, namun sok pintar dalam hal politik. Celetukan-celetukannya terkadang membuat kita mengernyitkan dahi dengan analisa politiknya.Ya, seusai dengan karakter aslinya, Doyok juga dikenal sebagai sosok yang kerap memberikan sindiran sosial dan juga fenomena politik saat ini. Namun Doyok adalah seorang pemuda yang jujur.

Film DOA
Doyok, Ali Oncom dan Otoy. Foto : Ist

Sementara Otoy, adalah suami pengangguran dan hanya mengandalkan dengan istrinya dalam urusan uang. Sampai urusan belanja rumah tanggapun istrinya yang mengeluarkan uang. Hal inilah yang kerap menjadikan Otoy sosok yang pemalas dan kerap menjadi bulan-bulanan sang istri.

Yang terakhir adalah Ali Oncom, bagi yang mengikuti tokoh kartun Ali Oncom pastilah hafal dengan karakternya yang sok jagoan, sok keren dan gayanya yang selangit. Suka sekali tertawa dan merendahkan orang lain. Salah satu karakternya yang paling menonjol adalah sebagai playboy kampung dan mata keranjang.

Film DOA
Ali Oncom ( Dwi Sasono ), Otoy ( Panjdi ) dan Doyok ( Fedi Nuril ). Foto : Ist

Otoy dan Ali Oncom sangat khawatir dengan nasib Doyok yang sekian lama menjomblo, merekapun kompak ingin mempertemukan Doyok dengan jodohnya. Tapi karena sikap mereka yang konyol dan semau gue membawa mereka ke dalam sebuah jaringan yang berbahaya.

Karena sifat pemalu Doyok, mereka berdua pun mau tidak mau terlibat dalam perjodohan tersebut. Mulailah mereka memasang biodata Doyok ke dalam sebuah situs perjodohan. Bertemulah dengan Ayu (Laura Basuki) yang belakangan adalah seorang Shemale alias banci.

Baca juga :

Gagal dengan pilihan pertama, bertemulah Doyok dengan Suci (Titi Kamal) pegawai kelurahan yang ditaksir juga  oleh pak Camat (Tarsan). Hal inilah yang akhirnya menjadi konflik, yang ternyata Suci hanya memanfaatkan Doyok saja.

Doyokpun patah hati, namun lagi-lagi hal tersebut malah menjadi bahan olokan bagi Otoy dan Ali Oncom.

Film DOA
Pemain Film DOA. Foto : Ist

Karakter Tokoh Yang Kuat

Semua tokoh dalam film ini cukup apik memerankan tokoh yang ada di komik tersebut. Hanya akting Fedi Nuril yang kelihatan masih agak sedikit kaku, mungkin karena sosok Doyok memang tidak dikenalnya atau karena ia terbiasa memerankan tokoh di film yang bergenre drama. Entahlah, yang jelas di film ini Fedi sangat berusaha keras sekali memerankan tokoh tersebut.

“Jujur sejak saya ditawari film ini, saya memang sudah hafal dengan karakter Doyok. Dari kecil kan saya suka baca komik di koran Pos Kota. Tapi karena karakter aslinya sudah meninggal, jadi saya tidak bisa bertanya seperti apa aslinya. Berhubung tidak ada, ya saya bebas berimprovisasi pada peran tersebut.

Film DOA
Ali Oncom ( Dwi Sasono ). Foto : Ist

Dwi Sasono yang paling berhasil terlihat di sini, dari awal penonton tidak melihat sosok Dwi Sasono di film ini. Aktingnya patut diacungi jempol. Karakter Ali Oncom yang mempunyai ciri khas dengan memakai jacket denim khas bikers ini merubah sosok Dwi Sasono mulai dari penampilan, sampai suaranya pun berubah.

Sementara si Otoy yang diperankan Panji Pragiwaksono, meski kadang terasa dibuat-buat namun ia cukup berhasil dalam memerankan tokoh Otoy. Ditambah dengan karakter Nirina Zubir sebagai isteri Otoy membuat karakternya menjadi hidup, meski improvisasinya terkadang garing.

Film DOA
Doyok ( Fedi Nuril. )Foto : Ist

Secara keseluruhan fillm ini cukup menghibur dan mewakili beragam karakter masyarakat pada umumnya, sentilan-sentilan politik yang diungkapkan Doyok pun cukup mengena di tengah kondisi saat ini. Namun sayangnya adegan harus dipotong dengan potongan-potonganh lagu sehingga malah terkesan jadi garing. Adegan debat Doyok menjadi finalis calon Camat misalnya, alih-alih penonton ingin melihat aksinya dalam berpolitik malah disuguhkan tontonan khas film Bollywood dengan lagu sehingga yang tadinya dianggap akan menimbulkan kelucuan malah adegan terlihat garing.


Penasaran dengan transformasi mereka sebagai tiga tokoh tersebut? Film ini akan tayang di Bioskop mulai tanggal 16 Agustus 2018./Yulia

Komentar :