Gara-gara Hal Ini, Indro Warkop Disomasi Keponakan

news | 8 September, 2017 18:17 WIB , Oleh Ferro Maulana

WOWchannelz.com -  Wanita bernama Adila Desti Yulinor secara tiba-tiba melayangkan somasi kepada Indrodojo Kusumanegoro (alias Indro Warkop). Adila mengaku sebagai keponakan sekaligus ahli waris ketika membacakan surat somasi terbuka perihal menuntut haknya berupa rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. 

Dalam kesempatan tersebut, Adila secara tegas dan lantang membacakan surat somasi di hadapan para awak media. Ada lima poin utama yang diucapkan ketika membacakan surat somasi untuk Indro Warkop

"Saya meminta kepada Om Indro agar membagi harta peninggalan nenek yaitu Ny Raden Adjeng Soeselia kepada ahli warisnya, termasuk saya," terang Adila, dalam jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini. 

Keponakan Indro Warkop, Adila Desti Yulinor membacakan surat somasi. Foto : Gus

Adila yang ditemani kuasa hukumnya, Acong Latief SH mengatakan, bahwa kliennya masih berstatus keponakan Indro Warkop. Sebab, ayah kandung Adila bernama Bambang Setioyudo itu merupukan kakak dari Indro Warkop.

Dalam pengakuan kliennya, lanjut Acong, Indro dan Bambang diangkat sebagai anak oleh seorang perempuan bernama Raden Adjeng Soeselia binti R. Townuee Kartanegara. Ketika meninggal pada 1977, Soesielia meninggalkan warisan untuk Indro dan Bambang 

Sementara itu, berdasarkan fatwa waris tertanggal 15 September 1988 silam yang ditetapkan oleh kantor Pengadilan Agama, masih dari penuturan Acong, Adila pernah menanyakan kepada Indro Warkop perihal ahli waris. Namun, aset milik neneknya belum dibagi kepada ayahnya, termasuk pembagian ahli waris Bambang.

Baca juga :

Padahal, berdasarkan salinan surat ketetapan Fatwa Waris harta peninggalan Soesilia harus dibagi dua. “Ini sesuai perintah ketetapan fatwa waris,” tegas Adila menimpali. 

Karena itu, perempuan 29 tahun itu berencana melakukan langkah hukum apabila somasi terbuka ini tidak respon atau ditanggapi oleh Indro Warkop. 

“Apabila Om Indro mengabaikan somasi terbuka ini, maka dari itu saya meminta kepada pengacara saya yang tergabung di kantor Acong Latif untuk memproses secara hukum,” tegas Adila kembali. 

Indro Warkop
Keponakan Indro Warkop, Adila bersama tim kuasa hukumnya. Foto : Gus

Di tempat dan kesempatan yang sama, Adila membacakan beberapa hal terkait isi somasi kepada Indro Warkop. Berikut surat somasi Adila untuk Indro Warkop. 

Somasi terbuka, 

Kepada Yth. OM INDRO (INDROJOYO KUSUMMONEGORO)

Jl Kayu Putih Tengah Jakarta Pusat. 

Perkenalkan nama saya, Adila Destri Yulinor, Umur 29 Tahun, Agama Islam, beralamat di Jalan Regalia Rt 001/ Rw. 006 Kel Susukan Kec. Ciracas lakarta Timur. Dengan ini bermaksud somasi terbuka kepada om saya yaitu 0m Indrojoyo Kusumonegoro: 

1. Bahwa berdasarkan akta nikah No.442/34/ll/1988 antara Bambang Setioyudo dengan Lince tertanggal 19 Februari 1988 terdaftar sebagai suami istri dan berdasarkan surat keterangan kelahiran dari rumah sakit hermina pada tanggal 11 desember 1988 saya adalah Adilia Destri Yulinor anak dari pasangan dari Bambang Setioyudo dengan Lince. Yaitu cucu dari Ny. Raden Adjeng Soeselia Binti R. Townuee Kartanegara, " ucap Adila saat menggelar jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017).

2. Bahwa berdasarkan surat kematian dari Pemerintah daerah Ibu Kota Jakaerta Kec. Menteng Kelurahan Pegangsaan tetanggal 23 Juli 2001 Bapak bambang Setioyudo dinyatakan telah meningga pada tanggal 22 Juli 2001 dan meninggalkan Anak bernama Adila Destri Yulinor.

Indro Warkop
Keponakan Indro Warkop, Adila bersama tim kuasa hukumnya. Foto : Gus

3. Bahwa berdasarkan fatwa waris dengan nomor ketetapan 421/C/1977 tertanggal 15 September 1988 yang di tetapkan oleh kantor Pengadilan Agama istimewa JakartaRaya MENETAPKAN Rahaaa Almarhumah Ny. Raden Adieng Soeselia Rinti R Tournee Kartanegara umur 6 tahun telah meninggal dunia pada tanggal 27 Oktober 1977 di Jakarta dan meninggalkan Ahli Waris Dua Anak laki Laki 1. R. bambang Setioyudo dan 2. R. Indrojoyo Kusumonegoro dan jika harta peninggalan Ny. Raden Adjeng Soeselia Binti R. Tournee Kartanegara dibagi kepada R. bambang Setioyudo dan R. Indrodjojo Kusumowegoro tersebut.

4. Bahwa aset aset dari Ny. Raden Adjeng Soeselia Binti R. Tourmee Kartanegara masih ada yang belum dibagi sampai Bapak saya yaitu bambang Setyoyudo meninggal bahkan sampai sekarang kepada ahli waris Rapak R. bambang Setioyudo tersebut termasuk saya.

 5. Bahwa berdasarkan salinan surat ketetapan Fatwa Waris No. 421/C/1977 harta peninggalan Ny. Raden Adjeng Soeselia Binti R. Tourmee Kartanegara harus dibagi dua sesuai perintah Ketetapan fatwa Waris yang di keluarkan oleh pengadilan Advocates And Legal Consultan.(Ade/Fmy)


Komentar :