Foxtails Brigade Band Unik Dari USA Tampil di Pekan Raya Indonesia 2018

event | 5 October, 2018 12:30 WIB , Oleh Josepus Orias Dias

WOWChannelz.com -  Pekan Raya Indonesia (PRI) sudah mulai bergulir. Ratusan musisi Indie dalam dan luar negeri yang dikemas dalam event International Indie Music Festival (IIMF) tampil memeriahkan acara yang digelar di ICE BSD, Tangerang pada 27 September hingga 7 Oktober 2018.

Salah satunya adalah band dari Amerika Foxtail Brigade, yang akan hadir pada hari ini, Jumat (5/10) di Main Stage  ICE BSD, Tangerang.

Ditemui WowChannelz, Laura Weinbach bersama dengan Anton Patzner, keduanya adalah anggota dari band Foxtail Brigade sangat senang bisa tampil di event music indie terbesar di Indonesia.

Band asal Amerika ini akan memberikan penampilan terbaik mereka dan membawakan 10 lagu dari beberapa single  yang ada di album mereka.

"Saya sangat senang sekali bisa tampil pertama kalinya di sini. Ini perjalanan pertama kali saya ke Indonesia," ujar Laura Weinbach di ICE BSD, Kamis (4/10).

Band yang memiliki penampilan unik ini juga tampil di panggung Parjo pada Kamis malam dengan membawakan 3 buah lagu andalan mereka.

Foxtails Brigade
Laura Weinbach dan Anton Patzner. Foto : Yulia

Awal terbentuknya band ini sebetulnya terdiri dari 5 orang personil, yaitu Dominic Mercurio (drummer), Alex Weston (bass), Josh Pollock (electric guitar), Laura Weinbach (Nylon, guitar, dan vocal), dan Anton Patzner (violin, guitar, dan lectronic guitar). Namun seiring berjalannya waktu mereka kerap tampil berdua.

"Awalnya kami adalah pengamen di setiap jalan di Eropa, tahun 2008 kami akhirnya membentuk band dan mempunyai base camp di Oakland, California," cerita Anton Patzner.

Baca juga :

Dalam single terbarunya "We Are Not Ourselves" mereka tampil dengan nuansa indie art rock dengan suara dan penampilan yang unik. 

Laura Weinbach yang selalu tampil dengan memakai pita di rambutnya, selain vokalis Laura juga bertindak sebagai pencipta lagu. Dalam menciptakam lagu, ia mengaku terinspirasi dengan suara-suara yang ada di kepala sehingga lagu-lagu mereka penuh dengan berbagai instrumen, namun enak di dengar.


Musikalitas yang mereka tampilkan pun bukan main-main, walau hanya tampil berdua, baik Laura maupun Anton sama-sama memainkan beberapa jenis musik.

Foxtails Brigade
Laura Weinbach. Foto : Yulia

Harmonisasi keduanya terlihat kompak, baik Anton maupun Laura masing-masing mempunyai ciri khas dalam membawakan setiap lagu. Anton misalnya, ia juga bisa memainkan biola di salah satu lagu yang merek tampilkan.

Selesai tampil di event Pekan Raya Indonesia (PRI) mereka akan terbang ke Bali untuk belajar beberapa instrumen dan suara alam di Bali. Laura juga mengaku sangat tertarik dengan gamelan, musik tradisional asal Indonesia. Menurutnya gamelan adalah alat musik yang unik, dimana harmonisasi alam berada di dalamnya.

"Aku pernah belajar gamelan, unik, dimana hanya kita pukul 1,2,3 dan gong bisa menghasilkan suara yang indah. Seperti suara alam, seperti jam dinding yang berdetak," kata Laura.

Foxtail Brigade sepanjang karirnya memang menghasilkan lagu yang kaya dengan instrumen dan berbeda nuansa. Mereka telah menghasilkan 3 album. Album pertamanya bertajuk 'Bread ans The Bait', album kedua 'Time is Passed' yang dirilis tahun 2012 lebih ke nuansa jazzy dan album ketiga yang dirilis tahun 2016 bertajuk Foxtail Brigade yang lebih merepresantikan keinginan mereka baik dari segi musik maupun liriknya.

"Semua lagu kami rata-rata merupakan pengalaman pribadi dan juga suara yang ada di sekeliling kami," papar Laura sang vokalis sekaligus pencipta lagu.

Untuk kamu yang penasaran dengan band ini, yuk datang ke PRI 2018. Selain bisa menyaksikan penampilan band-band indie, kamu juga bisa belanja barang-barang diskon dari beberapa brand terkenal. /YDhew

Komentar :