Pelajar SMP Ini Akhirnya Batal Menikah

viral | 18 April, 2018 08:31 WIB , Oleh Fildzah Adra Arifah

Siswa SMP Nikah Muda. Foto : Doknet

WOWChannelz.com -  Dua sejoli pelajar SMP di Bantaeng, Sulawesi Selatan ini sempat viral karena mereka memutuskan ingin menikah muda. Setelah mereka mengajukan permohonan ke Kantor Urusan Agama (KUA), merka pun mengikuti bimbingan perkawinan.

Permohonan mereka sempat ditolak pihak KUA dengan mengeluarkan blank N9 (penolakan pencatatan pernikahan), lantaran usia mereka yang masih sangat belia. Anak laki-laki itu berusia 15 tahun 10 bulan, sedangkan anak perempuan itu berusia 14 tahun 9 bulan.

Ditolak oleh pihak KUA tidak membuat mereka menyerah. Keduanya mendatangi Kantor Pengadilan Agama di Bantaeng untuk mengajukan permohonan dispensasi. Hasilnya, permohonan mereka dikabulkan. Pihak KUA pun tak bisa menolak untuk menikahkan mereka.

Pelajar SMP Ini Akhirnya Batal Menikah
Pelajar SMP mendaftar ke KUA untuk menikah muda. Foto : Doknet

Senin (16/4), keduanya melangsungkan pernikahan. Namun, akad nikah mereka dibatalkan, karena pihak kecamatan setempat tidak menandatangani dispensasi mereka.

“Belum bisa menikah hari ini, karena belum ada dispensasi dari Pak Camat Banteng”, ujar anak laki-laki yang diketahui berinisial SY.

Baca juga :

Mereka kembali mendatangi Kantor KUA Kecamatan Bantaeng. Anak laki-laki yang berinisial SY itu didampingi oleh ibunya, dan anak perempuan yang diketahui berinisial FA itu didampingi oleh bibinya.

Pernikahan mereka yang telah dijadwalkan Senin siang, terpaksa gagal karena dibatalkan. Mereka dapat melajutkan pernikahan setelah mendapatkan tanda tangan dari Camat Bantaeng.

Diketahui, setelah mendapat persetujuan dispensasi dari pihak Pengadilan Agama semestinya proses pencatatan tidak bisa ditolak lagi dan dapat segera dilaksanakan.

Kasus tentang pernikahan siswa SMP ini, membuat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, turun tangan.

Yohana menghimbawa telah mengirimkan tim ke Bantaeng untuk mencegah pernikahan kedua anak SMP tersebut.

"Ada tim yang dikirimkan ke sana ya. Bagaimana pun caranya, untuk mencegah ini," kata Yohana kepada media saat berada di DPR, Jakarta, Senin (12/4).

"Karena Undang-Undang ini masih berlaku, undang-undang 1/74 masih berlaku. Jadi tentu ini membutuhkan pendekatan-pendekatan khusus ya dengan keluarga," ujar Yohana.

Yohana menegaskan, pernikahan anak di bawah umur tidak bisa dibenarkan. Larangan itu telah jelas disebutkan di dalam UU Perkawinan yang disebutkan, usian calon pengantin yang perempuan minimal berusia 16 tahun, sedangkan untuk laki-laki berusia 19 tahun. (Flz/Flz)

Komentar :